Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Targetkan Serap 17.157 Tenaga Kerja

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan skema padat karya tunai mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.157 orang.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  00:40 WIB
Ilustrasi - Jembatan Progo di Kab. Temanggung, Jawa Tengah dalam perbaikan. - Bisnis/Antara
Ilustrasi - Jembatan Progo di Kab. Temanggung, Jawa Tengah dalam perbaikan. - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan skema padat karya tunai mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.157 orang.

Adapun hal ini merupakan upaya mitigasi dampak Covid-19 melalui refocussing kegiatan oleh Kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program padat karya tunai (PKT) Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

"Tujuan utama Padat Karya untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan, dimana pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol physical distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya, Senin (4/5/2020.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan pada 2020, anggaran PKT dialokasikan sebesar Rp11,21 triliun untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, khususnya di kawasan perdesaan.

Salah satu kegiatan PKT adalah pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.017 kilometer dengan anggaran Rp518,44 miliar yang ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 12.197 orang dan pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 496,08 kilometer dengan anggaran Rp110,56 miliar yang ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.960 orang.

Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan berupa pembersihan rutin saluran (drainase), pembersihan bangunan pelengkap jembatan, pembersihan perlengkapan jalan yakni patok dan rambu, pengecatan sederhana median jalan dan jembatan, pengendalian tanaman atau pemotongan rumput pada bahu jalan, dan untuk upah pekerja.

Dalam kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan ini, Kementerian PUPR juga mengalokasikan anggaran untuk pembelian karet dari petani senilai Rp100 miliar sebanyak 10 ribu ton.

Selain pembelian aspal karet dari petani, Kementerian PUPR juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pembelian resin produksi PT Perhutani sebesar 800 ton untuk pengecatan marka jalan.

Resin produksi PT Perhutani tersebut terbuat dari getah pohon pinus sehingga lebih ramah lingkungan dan tingkat rekat produk resin berbahan baku getah pohon pinus juga dipercaya lebih kuat dan lebih terjangkau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan Kementerian PUPR
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top