Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Perincian Proyek Rp80,54 Triliun yang Ditawarkan ke Investor

Kelima proyek jalan tol yang ditawarkan merupakan proyek prakarsa badan usaha (unsolicited) dan proyek jembatan merupakan prakarsa pemerintah (solicited).
Agne Yasa & Zufrizal
Agne Yasa & Zufrizal - Bisnis.com 30 April 2020  |  11:21 WIB
Ilustrasi Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4/2017). - JIBI/Dwi Prasetya
Ilustrasi Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kembali menggelar penjajakan minat pasar atau market sounding terhadap enam proyek yang akan digarap melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

Acara tersebut dilaksanakan melalui konferensi video saluran Youtube Kementerian PUPR mulai pukul 10.15 WIB.

Sebanyak 135 peserta diklaim menyaksikan secara langsung acara konferensi video tersebut antara lain Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, kalangan investor, wakil kedutaan besar, lembaga keuangan, pemerintahan, kontraktor, konsultan, dan badan usaha jalan tol.

Keenam proyek (KPBU) tersebut terdiri atas lima proyek jalan tol dan satu proyek jembatan dengan nilai investasi Rp80,54 triliun. Kelima proyek jalan tol yang ditawarkan merupakan proyek prakarsa badan usaha (unsolicited) dan jembatan merupakan prakarsa pemerintah (solicited).

Berikut ini perinciannya:

 

No.ProyekNilaiStatus
1.Jalan tol Semanan—BalarajaRp15,53 triliunSiap untuk dilelangkan
2.Jalan tol Layang Cikunir—UlujamiRp21,56 triliunReview dokumen lelang
3.Jalan tol Sentul Selatan—Karawang BaratRp15,37 triliunReview dokumen lelang
4.Jalan rol Akses PatimbanRp7,53 triliunPenyusunan dokumen lelang
5.Jalan rol Semarang HarbourRp11,77 triliunEvaluasi dokumen prastudi kelayakan
6.Jembatan Batam—BintanRp8,78 triliunPenyusunan dokumen prastudi kelayakan

 

Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan bahwa selain proyek yang ditawarkan lai ini, Kementerian PUPR juga telah melakukan kegiatan serupa pada 11 Maret 2020 untuk lima proyek.

Kelima proyek itu adalah proyek sistem transaksi tol nontunai berbasis multi-lane free flow (MLFF) yang saat ini dalam tahap finalisasi dokumen studi kelayakan.

Kemudian, jalan tol layang Cikunir—Karawaci yang saat ini dalam tahapan persiapan prakualifikasi.

Lalu, preservasi jalan nasional lintas timur Sumatra di Provinsi Riau dalam tahap review dokumen prakualifikasi.

Selanjutnya, jalan tol Kamal—Teluk Naga—Rajeg dalam tahap finalisasi dokumen lelang.

Terakhir, Jalan Tol Bogor—Serpong via Parung yang saat ini dalam tahap review dokumen lelang.

"Demikian market sounding yang kami lakukan pada 2019 dan 2020 sebelum ini," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Virus Corona
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top