Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemain Bisnis Kargo Udara Dadakan Diklaim Rusak Tarif Pasar

Pasalnya, maskapai penumpang ini memberikan harga yang sangat murah agar para pelaku logistik memilihnya sebagai sarana angkutan kargo udara.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 April 2020  |  20:09 WIB
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Membeludaknya pemain kargo udara dadakan diklaim membuat keseimbangan tarif layanan logistik di pasaran menjadi rusak. Mereka saling berebut kue pasar logistik demi bertahan hidup di tengah kondisi pandemi Covid-19..

Ketua Bidang Transportasi dan Infrastruktur Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Hari Sugiandi mengatakan keberadaan maskapai pengangkut penumpang seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya, Citilink hingga Lion Air Group yang beralih fokus ke bisnis kargo merusak harga pasar bisnis kargo udara.

Pasalnya, maskapai penumpang ini memberikan harga yang sangat murah agar para pelaku logistik memilihnya sebagai sarana angkutan kargo udara. Maskapai ini diklaim berprinsip yang penting ada keuntungan sedikit daripada pesawatnya parkir di bandara yang menyebabkan adanya biaya tambahan.

"Satu harganya murah banget memang menolong, tapi mereka niatnya mau cari survive [bertahan hidup], tak kuat maintenance, jadinya banyak load [ruang] yang tak terisi, terlihat di beberapa maskapai. Sayangnya, mereka tidak berani melayani kargo ke wilayah timur, multilag tidak mau," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (28/4/2020).

Padahal, lanjutnya, permintaan ke wilayah timur itu banyak sekali, seperti ke wilayah Manokwari dan Merauke. Hal ini justru membuat aktivitas kargo jadi tidak maksimal, sehingga terjadi oversupply atau kelebihan penawaran maskapai kargo.

Dia menyebut aktivitas pengiriman kargo udara pasti terjadi penumpukan di wilayah Ujung Pandang, karena kurang terlayaninya pengangkutan penumpang lanjutan.

Sebelumnya, Citilink Indonesia mengoptimalkan utilitas pesawat dengan melayani pengiriman kargo baik untuk rute domestik maupun internasional menyusul larangan penerbangan penumpang dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan telah mengoperasikan penerbangan kargo secara penuh untuk membantu kelancaran proses distribusi logistik di berbagai wilayah. Adapun, layanan pengiriman kargo ini dilakukan melalui penerbangan sewa maupun reguler baik rute domestik hingga internasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top