Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Covid-19, BPS: Wawancara Tatap Muka Dipertimbangkan Setop Sementara

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan akan menyampaikan penyesuaian jadwal baru, dengan memperhatikan perkembangan yang ada. Menurutnya, ada pencarian data yang tetap memerlukan wawancara tatap muka.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 April 2020  |  12:30 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (kanan) didampingi Deputi Bidang Statistik Produksi M Habibullah menyampaikan Inflasi Juli 2018 di Jakarta, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (kanan) didampingi Deputi Bidang Statistik Produksi M Habibullah menyampaikan Inflasi Juli 2018 di Jakarta, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) belum memutuskan akan melanjutkan proses wawancara tatap muka dan terus mengamati perkembangan situasi wabah virus corona.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan akan menyampaikan penyesuaian jadwal baru, dengan memperhatikan perkembangan yang ada. Menurutnya, ada pencarian data yang tetap memerlukan wawancara tatap muka.

"Physical distancing harus dilakukan demi keselamatan," katanya, Rabu (1/4/2020).

Pihaknya akan melakukan pelatihan petugas untuk menggunakan wawancara online. Sementara itu, wawancara langsung dipastikan berjalan normal setelah wabah Covid-19 berlalu.

Adapun dampak virus corona, mulai berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Februari 2020 mencapai 885.100 kunjungan.

Suhariyanto mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara di Februari tersebut dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni Januar 2020 mengalami turun 30,42 persen dimana jumlah kunjungan di Januari mencapai 1,22 juta kunjungan.

Kunjungan di Februari tahun ini bila dibandingkan dengan Februari 2019 turun sebesar 28,85 persen dari 1,24 juta kunjungan.

"Biasanya di Februari ada kenaikan tetapi di Februari ini turun. Di Maret, saya kira penurunannya akan jauh lebih dalam," ujarnya, Rabu (1/4).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps wawancara Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top