Pengadaan Lahan Tol Probowangi Masih Gunakan Dana Talangan

Pembebasan lahan Tol Probowangi saat ini masih menggunakan dana talangan oleh Badan Usaha Jalan Tol
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  20:21 WIB
Pengadaan Lahan Tol Probowangi Masih Gunakan Dana Talangan
Jalan Tol Trans-Jawa. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebagai pemegang konsensi Tol Probolinggo-Banyuwangi masih menggunakan dana talangan dalam proses ganti rugi pembebasan lahan. 

Seperti diketahui, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) berkewajiban membayarkan dana ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Dengan adanya dana jangka panjang, maka proses pendanaan untuk pengadaan lahan PSN akan lebih fleksibel.

Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Dominicus Hari Pratama mengatakan untuk tol Probowangi memang ada usulan bahwa sebagian biaya pembebasan tanah akan dibayarkan langsung oleh LMAN. 

“Namun, sampai saat ini pembayaran biaya pembebasan masih menggunakan pola dana talangan oleh BUJT,” katanya, kepada Bisnis, Kamis (6/2/2020). 

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit  yang mengatakan bahwa pembebasan lahan Tol Probowangi saat ini masih menggunakan dana talangan.

“Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) terdapat dana talangan sebesar Rp4,7 triliun,” katanya. 

Dia menambahkan bahwa pendanaan proyek ruas tol terakhir di Trans Jawa ini berasal dari ekuitas Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar 30 persen dan dari pinjaman sebesar 70 persen. 

“Solusi untuk penggunaan dana talangan sudah ada, sedangkan untuk pinjaman masih di proses di BUJT,” jelasnya.

Hari menjelaskan selain dari pemegang saham, BUJT mendapatkan pendanaan dari perbankan. Adapun, untuk pendanaan dana talangan untuk pembebasan lahan, BUJT mendapatkan pinjaman dari sindikasi perbankan nasional. 

“Untuk tahap awal besar pinjaman sebesar Rp2,52 triliun dari total kewajiban yang harus disiapkan sebesar Rp4,7 triliun,” ungkapnya.

Sementara untuk konstruksi, imbuhnya, pembiayaan awal dilakukan oleh kontraktor pelaksana dengan menggunakan pola contractor’s pre finance.

Dia menjelaskan apabila konstruksi telah diserahterimakan kepada BUJT, maka akan dilakukan penggantian biaya konstruksi dari BUJT kepada kontraktor pelaksana dengan sumber dana dari pinjaman perbankan. 

“Total biaya konstruksi diperkirakan sebesar Rp17,1 triliun, dengan dana investasi Rp23,3 triliun,” katanya.

Sebagai informasi, Jalan Tol Probowangi memiliki panjang total 172,9 km, terbagi ke dalam tiga seksi yaitu seksi 1 di Kab. Probolinggo dengan ruas Probolinggo – Besuki dan panjang 29,6 km.

Kemudian, seksi 2 di Kab. Situbondo dengan ruas tol Besuki – Bajulmati dan panjang 110,9 km, dan seksi 3 di Kab. Banyuwangi dengan ruas tol Bajulmati – Ketapang dan panjang 31 km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, jalan tol, bpjt

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top