Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

3 Proyek PUPR Selesai Sebelum Tutup Tahun

Konstruksi tiga proyek telah selesai dan siap beroperasi yakni Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat dan pengendali banjir rob untuk Kota Semarang, serta jalan lintas bawah Yogyakarta International Airport di Kulonprogo.
Jlaan lintas bawah Bandara Internasional Yogyakarta./Bisnis
Jlaan lintas bawah Bandara Internasional Yogyakarta./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pekan terakhir tahun ini dihiasi sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah dinyatakan rampung pekerjaan fisiknya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melansir setidaknya konstruksi tiga proyek telah selesai dan siap beroperasi yakni Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat, pengendali banjir rob untuk Kota Semarang, Jawa Tengah, dan jalan lintas bawah Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Bendung Gerak Kanal Banjir Barat berfungsi sebagai penahan intrusi air laut, menjaga debit air, dan penggelontoran sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang.

"Bendung ini akan menahan intrusi air laut sekaligus sebagai penampungan air [long storage] sehingga menambah pasokan air baku Kota Semarang. Selain itu juga akan menjadi kawasan wisata baru Kota Semarang," ujarnya melalui siaran pers, (30/12/3019).

Pada musim hujan, bendung akan menahan aliran air sungai sebelum masuk kanal. Pada saat elevasi air mencapai 2,5 meter, kemudian akan dialirkan ke laut.

Sementara itu, saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,50 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air dengan kapasitas 700.000 meter kubik.

Pembangunan Bendung Gerak Kanal Banjir Barat Semarang dikerjakan sejak November 2017 oleh kontraktor PT Adhi Karya Tbk. dan PT Minarta kerja sama operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp147,24 miliar.

Kemudian untuk mengatasi banjir rob yang kerap melanda kawasan utara kota Semarang, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang telah membangun tanggul rob yang membentang sepanjang 2,17 kilometer dari Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), melingkari kawasan industri Terboyo hingga Kali Sringin.

Di sektor jalan raya, konstruksi jalan lintas bawah Yogyakarta International Airport juga telah rampung dan sudah beroperasi sejak 20 Desember 2019 guna mendukung kelancaran lalu lintas pada masa Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Pembangunan jalan lintas bawah ini bertujuan agar akses jalan nasional pantai selatan (pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan pansela yang lama.

Jalan lintas bawah Yogyakarta International Airport yang dibangun sejak November 2018 dengan biaya Rp293 miliar merupakan jalan lintas bawah terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,30 kilometer.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper