Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Saran Wapres JK untuk Peningkatan Daya Saing Indonesia

Peringkat Indonesia turun dari ranking 44 ke posisi ke-50 dalam Global Competitiveness Report dari World Economic Forum.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  00:48 WIB
Pemandangan Monumen Nasional (Monas) yang berada di jantung kota Jakarta, Senin (26/8/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemandangan Monumen Nasional (Monas) yang berada di jantung kota Jakarta, Senin (26/8/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan Indonesia terus berbenah untuk memperbaiki daya saing global.

"Itu selalu kita bicarakan bahwa tingkat kompetitif kita di bawah Thailand, Vietnam. Mereka lebih baik dari kita [dalam daya saing dan kemudahan berinvestasi]. Kita menyadari itu sehingga harus diperbaiki," paparnya di Kantor Wakil Presiden, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Jusuf Kalla menyebutkan banyak bidang dalam pemerintahan yang harus diperbaiki. Perbaikan itu mulai dari regulasi hingga kemudahaan untuk berinvestasi.

Laporan Global Competitiveness Report 2019 dari World Economic Forum (WEF) mencatat peringkat daya saing Indonesia menurun hingga 6 peringkat. Tahun lalu, Indonesia berada di ranking 44 tapi kini peringkatnya turun ke posisi ke-50.

Indonesia mengumpulkan skor 64,6 atau lebih rendah 0,3 dibandingkan tahun lalu.

Secara terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai regulasi investasi yang rumit menjadi penyebab.

“Ya, itu karena regulasi kita terlalu rumit dan institusi pemerintah yang belum terlalu ramah investasi,” ungkapnya. 

Tumpang tindih aturan di kementerian/lembaga disebut menekan minat investor ke Indonesia. Padahal, negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia makin agresif menawarkan berbagai kemudahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi daya saing
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top