Gandeng 3 BUMN & Pemda, Hutama Karya Kembangkan Kawasan di Lampung

Pengembangan kawasan mulai dirintis karena jalan tol Bakahueni—Terbanggi Besar telah beroperasi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 September 2019  |  17:06 WIB
Gandeng 3 BUMN & Pemda, Hutama Karya Kembangkan Kawasan di Lampung
Antrean kendaraan di gerbang tol Bakauheni Selatan, Kalianda, Lampung Jumat (31/5/2019) malam. - Bisnis/David Eka Issetiabudi

 

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) akan memulai babak baru dalam pengembangan jalan tol di Sumatra dengan mengembangkan kawasan di sekitar jalan tol. Pengembangan kawasan diharapkan bisa menunjang volume lalu lintas jalan tol dalam jangka panjang.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan bahwa perseroan bakal menggandeng tiga badan usaha milik negara dan pemerintah daerah di Lampung dalam rencana pengembangan kawasan di Panjang dan Bakauheni. Tiga BUMN yang akan menjadi mitra yaitu PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Bintang menuturkan bahwa pengembangan kawasan mulai dirintis karena jalan tol Bakahueni—Terbanggi Besar telah beroperasi.

Kemudian, ruas yang beroperasi adalah Terbanggi Besar—Pematang Panggang dan Pematang Panggang—Kayu Agung yang akan membuat perjalanan Lampung—Sumatra Selatan (Palembang) ditempuh dalam waktu 4 jam.

"Kami akan kerja sama dengan Pelindo II dan PTPN VII untuk pengembangan dry port. Kami siapkan akses dari Pelabuhan Panjang ke dry port tersebut," ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Bintang menuturkan, saat ini lahan yang sudah siap dibangun mencapai 20 hektare. Pengembangan kawasan bisa diperluas dengan memanfaatkan lahan milik PTPN VII yang seluas 200 hektare—500 hektare. Tanah tersebut merupakan lahan perkebunan yang sudah tidak produktif.

Hutama Karya juga menjajaki kerja sama serupa dengan ASDP dan pemerintah daerah di Lampung.

Menurut Bintang, Hutama Karya memiliki lahan seluas 80 hektare di Bakauheni yang siap disulap menjadi kawasan industri. Pengembangan kawasan bisa lebih luas karena lahan milik pemda dan ASDP juga bersampingan dengan lahan perseroan.

Saat ini, rencana induk pengembangan kawasan di Lampung tengah disusun. Selain kawasan industri, pengembangan lahan juga diarahkan untuk objek wisata dan aneka properti. Sejauh ini, Bintang belum bisa memperkirakan kebutuhan investasi untuk pengembangan kawasan.

Namun, dia memastikan bahwa kongsi dengan BUMN dan pemerintah daerah ditempuh sebagai upaya menciptakan nilai tambah di sekitar jalan tol. "Kami berusaha mencari dan mengkreasi cara agar banyak yang lewat jalan tol," kata Bintang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, hutama karya, kawasan industri

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top