Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IBU KOTA NEGARA : Ancar-Ancar Harga Lahan Rp2 Juta/M2, Ini Kata Ahli Perencanaan

Pemerintah sempat menjanjikan tanah di ibu kota negara dibebaskan clean and clear terlebih dahulu.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 04 September 2019  |  09:53 WIB
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo membuka peluang bagi masyarakat untuk membeli lahan di ibu kota negara yang baru. Bahkan, Presiden menyebut angka perkiraan Rp2 juta per meter harga tanah yang nantinya dijual.

Lantas, bagaimana tanggapan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IA) berkaitan dengan kisaran harga jual tanah tersebut?

Ketua Umum IAP Bernardus Djonoputro mengatakan bahwa lahan yang sedang dipersiapkan sebagai calon ibu kota negara baru dapat ditentukan harganya apabila lahan tersebut telah clean and clear.

"Harus ada benchmark-nya, kalau menentukan dan menyesuaikan harga itu kan harus disesuaikan dengan undang undang," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2/2012 tentang Pengadaan Lahan bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, pemerintah dapat melakukan land freezing atau pembekuan harga.

"Kalau lahan telah bebas, maka pemerintah baru dapat menyusun harga lahan sesuai dengan kebutuhan swasta, tetapi harus dengan adil di pasar dan tidak spekulatif," ujarnya.

Bernardus mengatakan bahwa pemerintah sempat menjanjikan tanah di ibu kota negara dibebaskan clean and clear terlebih dahulu. Hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah masih dalam tahap studi untuk memilih lokasi spesifik yang tepat.

"Kan saat ini lokasinya masih belum benar-benar jelas, baru disebutkan di sebagian kecamatan dan belum ditentukan spesifiknya," tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan undang-undang, rencana pemindahan harus dilakukan dengan studi yang benar dan memiliki ketepatan atas kepemilikan lahan. “Jadi, kita tunggu saja lokasi yang paling spesifiknya di mana," ujar Bernardus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah harga tanah ikatan ahli perencanaan indonesia (iap)
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top