Truk Diimbau Lewat Gerbang Tol Koja Barat : Ini Respons Aptrindo

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia menilai imbauan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk mengalihkan angkutan barang yang mengakses Pelabuhan Tanjung Priok ke Gerbang Tol Koja Barat, perlu dibarengi penggratisan biaya tol.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  06:24 WIB
Truk Diimbau Lewat Gerbang Tol Koja Barat : Ini Respons Aptrindo
Wakil Ketua Umum Aptrindo, Kyatmaja Lookman

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia menilai imbauan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk mengalihkan angkutan barang yang mengakses Pelabuhan Tanjung Priok ke Gerbang Tol Koja Barat, perlu dibarengi penggratisan biaya tol.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman menuturkan imbauan ini tetap akan terkendala mahalnya ongkos tol melalui gerbang tol (GT) Koja Barat.

"Ini semacam arahan tapi siapa yang bayar biaya tolnya. Ya jelas cuma satu pintu tol saja, harusnya digratiskan," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (10/7/2019).

Dengan begitu, tuturnya, kemacetan akan tertanggulangi. Menurutnya, para pengemudi angkutan barang akan melalui GT tersebut dengan catatan tidak perlu membayar ongkos tolnya.

Selama ini, dia bercerita para pengemudi truk melalui tol Kebon Bawang dan tol dalam kota yang jaraknya hanya 2--3 kilometer (Km), sehingga harus membayar tol dua kali. 

Hal tersebut yang memberatkan para pengemudi, walhasil pengemudi memilih melalui jalan protokol dalam kota.

"Lebih baik jalan saja ke dalam kota, sopir malas bayar dua kali hanya untuk 3 Km. Solusinya digratiskan saja biar naik hanya untuk 3 km," tuturnya.

Penggratisannya bisa untuk GT Kebon Bawang atau pada GT Koja Barat. "Kita tidak mungkin naik untuk jarak dekat bayar maksimal. Supir sudah pasti lewat bawah," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan merekomendasikan agar kendaraan golongan III, IV, dan V menggunakan GT Koja Barat sebagai akses dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menuturkan rekomendasi itu disampaikan melalui surat edaran bernomor SE 5 Tahun 2019 berisi imbauan mengenai penggunaan gerbang tol (GT) Koja Barat untuk kendaraan golongan III, IV, dan V.

“Penataan rekayasa lalu lintas dari dan menuju Tanjuk Priok perlu dilakukan, karena sering terjadi kemacetan di situ, kemudian berikutnya penataan di Tanjung Priok karena berdampak pada perjalanan truk di tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya.

Dia menegaskan penataan perlu perlu dilakukan di kedua tempat baik Tanjung Priok maupun akses menuju pelabuhan tersebut guna mengurangi kemacetan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanjung priok, Aptrindo

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top