Banjarmasin Siapkan Perda Perumahan Kumuh

Dari seluas 530 hektare kawasan kumuh di daerah ini, katanya, sudah dipetakan tujuh kawasan untuk diproses lebih baik, seperti wilayah Kelayan Barat, wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat seperti di Kelurahan Pelambuan dan sekitarnya.
Newswire | 09 Mei 2019 11:23 WIB

Bisnis.com, BANJARMASIN--Pemerintah Kota Banjarmasin akan mengintensifkan penanganan kawasan kumuh melalui peraturan daerah yang baru saja disahkan DPRD kota setempat, yakni Perda tentang Perencanaan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh.

Wali Kota Banjarmasin  Ibnu Sina di Banjarmasin, Rabu mengatakan pihaknya sudah menetapkan tujuh pemetaan kawasan kumuh di daerah ibu kota provinsi

Dari seluas 530 hektare kawasan kumuh di daerah ini, katanya, sudah dipetakan tujuh kawasan untuk diproses lebih baik, seperti wilayah Kelayan Barat, wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat seperti di Kelurahan Pelambuan dan sekitarnya.

"Dengan adanya pemetaan ini, maka otomatis masuk dalam penanganan melalui program Kotaku atau kota tanpa kumuh," ujar Ibnu Sina Rabu (8/5/2019). Program Kotaku, merupakan program bantuan dari pemerintah pusat.

"Banjarmasin selalu dapat program ini, bahkan dananya cukup besar, lebih Rp30 miliar tahun ini," ujarnya.

Bantuan tersebut, ujarnya, memberikan dampak besar bagi pengentasan kawasan kumuh di kota dengan jumlah 52 kelurahan tersebut. "Sekarang ini laporannya tinggal 300 hektare luas kawasan kumuh di daerah kami," ujarnya.

Bahkan dengan adanya Perda terkait ini, ujar Ibnu Sina, maka pemerintah kota juga akan mengintensifkan penanganannya melalui APBD yang tersedia sehingga target pada 2019 ini bisa zero kawasan kumuh itu bisa terwujud.

Pihaknya berkomitmen akan mengentaskan kekumuhan, yakni, target 100-0-100 atau 100 persen layanan air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi.

Ibnu Sina mengakui, tidak mudah melakukan penanganan sesuai komitmen 100-0-100 tersebut, tetapi bukan berarti tidak bisa sama sekali, apalagi pemerintah pusat memberikan perhatian yang besar bagi Banjarmasin.

"Jadi kita yakin bisa, yakni, menata kawasan permukiman pinggir sungai dan kawasan kumuh lainnya," papar Ibnu Sina.

Karena itu, pemerintah kota terus berupaya mengembangkan kepariwisataan khususnya yang berbasis sungai. "Kami bercita-cita Banjarmasin akan menjadi kota sungai terindah di Indonesia."

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mbr, rumah murah

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup