Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Berita Populer Ekonomi, Yusuf Mansur Ingin Beli Anak Usaha BUMN dan Sri Mulyani Respon Masalah Utang Bertambah

Berikut berita populer dari kanal Ekonomi pada Kamis pagi ini (24/1/2019), dari Menkeu Sri Mulyani merespon terkait utang pemerintah hingga Jack Ma yang disebut tertarik akuisisi saham Inter Milan serta respon Erick Thohir
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  12:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

1. Posisi Utang Bertambah, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa utang pemerintah masih dalam posisi aman.

Dia secara spesifik menyinggung bahwa imbauan IMF untuk mengurangi rasio utang sebenarnya ditujukan kepada semua negara di dunia khususnya negara-negara yang memiliki rasio dari utang terhadap PDB-nya tinggi. Baca selengkapnya di sini

 

2. Jack Ma Disebut Tertarik Akuisisi Saham Inter Milan, Begini Respons Erick Thohir

Pemilik saham terbesar kedua klub sepak bola Inter Milan, Erick Thohir merespons kabar ketertarikan pendiri Alibaba, Jack Ma untuk mengakuisisi saham yang dimilikinya di Nerazzurri.

Tanggapan tersebut disampaikan Erick saat berkunjung ke redaksi Bisnis indonesia, Rabu (23/1/2019). Baca selengkapnya di sini

 

3. Yusuf Mansur Tertarik Beli Saham Anak Usaha Pelindo II

Pemilik Paytren cum pendakwah Yusuf Mansur tertarik memiliki saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 9 Juli 2018.

Yusuf mengatakan bahwa kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. dengan kode saham IPCC itu sangat baik, baca selengkapnya di sini

 

4. SMELTER MINERAL, Amman Mineral Pastikan Kapasitas 1,3 Juta Ton

Pemerintah terus mengejar komitmen perusahaan tambang mineral untuk membangun smelter.

Dua perusahaan tambang raksasa, PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara terus dikejar untuk segera merealisasikan pembangunan smelter. Baca selengkapnya di sini

 

5. Shutdown Berkepanjangan Berisiko Tekan Daya Tarik Dolar dan Obligasi AS

Penutupan sebagian pemerintahan federal AS atau government shutdown berisiko menekan pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat dan obligasi treasury jika terus berlarut-larut.

Perselisihan yang berlarut-larut mengenai anggaran belanja pemerintah dapat bertabrakan dengan debat yang membayangi mengenai batas pinjaman AS. Baca selengkapnya di sini


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

berita populer
Editor : Surya Rianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top