Pertamina Rencanakan Tambah Sumur di Blok Mahakam

PT Pertamina (persero) akan menambah jumlah pengeboran sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur menjadi 103 sumur.
Anitana Widya Puspa | 12 Januari 2019 00:20 WIB
Blok Mahakam. - Nadya Kurnia/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (persero) akan menambah jumlah pengeboran sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur menjadi 103 sumur.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan tujuannya untuk menahan agar produksi minyak tidak turun sekaligus sanggup menaikkan produksi.

“Ya berarti setiap 3 hari kita ngebor sumur lho, keren kan. Pengeboran kami pakai lima rig,” katanya dikutip Jumat (11/1/2018).

Adapun PT Pertamina (Persero) memang merencanakan target produksi minyak sebesar 414.000 barel per hari (bph) pada 2019 atau naik dibandingkan dengan target produksi tahun ini sebesar 400.000 bph.

Di sisi lain, kenaikan target produksi minyak, tidak diikuti dengan rencana produksi gas tahun depan menurun menjadi 2.944 mmscfd dari 3069 mmfcsd.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation PT Pertamina (Persero) Meidawati mengatakan, target produksi minyak memang mengalami kenaikan,tetapi gas menurun karena sedikit masalah di Blok Musi Banyuasin dengan adanya penurunan reservoir. Selain itu, ada juga penurunan dari Blok Mahakam.

“Untuk target produksi minyak, Pertamina mengandalkan kontribusi dari Banyuurip, PHE, PHI dan ataupun blok yang dikelola PIEP,” katanya.

Sementara itu, untuk realisasi produksi migas per September 2018 masih di bawah target kerja tahun ini. Untuk produksi minyak tercatat 384.000 mbopd dan gas 3.060 mmscfd. Pihaknya mengaku akan berusaha keras untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target Rencana Kerja Perusahaan.

Untuk menjaga tren produksi migas Pertamina, perusahaan migas pelat merah ini mengaku tidak ragu untuk melakukan eksplorasi lapangan baru. Selain itu, perseroan juga terus mencari peluang yang ada di area terbuka.

Dia menambahkan terkait rencana investasi untuk pengeboran ataupun pengembangan sedang dilakukan pembahasan dan masih dilihat mana saja yang mana paling prioritas. “Meski dalam keadaan sulitpun, kami masih melakukan pengeboran eksplorasi. Kegiatan eksplorasi adalah upaya untuk memikirkan jangka panjang,” katanya.

Potensi penurunan produksi yang tidak dapat terelakkan menjadi tantangan Pertamina mengelola lapangan tua. Sejauh ini, dari seluruh sumber migas yang dikelola Pertamina, sebesar 79% berasal dari mature field, sisanya berupa green field.

Peluang untuk mendorong produksi terbuka dari lapangan eksplorasi yang belum dikembangkan, a.l Banyu Urio, Tomori, Donggi dan Matindok, Paku Gajah, Cikarang Tegal Pacing dan West Qurna-1. Dalam kurun 2010 - 2017, produksi migas Pertamina mengalami pertumbuhan sebesar 7% per tahunnya.

Misalnya saja, pada 2010 produksi migas Pertamina tercatat 444 MBOEPD, kemudian bertumbuh menjadi 606 MBOEPD pada 2015, dan 693 MBOEPD pada tahun lalu.

Tag : pertamina, blok mahakam
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top