Harga Besi Naik, REI Siap Bantu Pengembang

Real Estate Indonesia atau REI akan mencoba mengkaji kenaikan harga besi yang menyulitkan biaya produksi bagi para pengembang hunian vertikal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  00:33 WIB
Harga Besi Naik, REI Siap Bantu Pengembang
perumahan

Bisnis.com, JAKARTA – Real Estate Indonesia atau REI akan mencoba mengkaji kenaikan harga besi yang menyulitkan biaya produksi bagi para pengembang hunian vertikal.

Sekretaris Jenderal REI Paulus Totok Lucida mengatakan sejauh ini asosiasi baru mengatasi keluhan pengembang tentang tingginya harga semen, salah satu bahan baku utama pembangunan rumah. oleh sebab itu, REI sendiri telah bekerjasama dengan salah satu pabrik semen itu Semen Conch yang sudah memiliki cabang sampai Manokwari, Papua guna mengendalikan harga.

“Kami kerjasama dengan Semen Conch untuk pembangunan rumah MBR, karena kalau ke berbagai daerah harganya kan tinggi, takutnya malah tak terealisasi. Lagipula ini agar konsisten menjaga target 1 juta rumah MBR,” ungkap Paulus kepada Bisnis, Minggu (25/3/2018).

Paulus menilai saat ini yang terjadi adalah kebutuhan semen tidak berkurang namun pabrik semen semakin banyak yang membuka cabang di daerah tertentu untuk efisiensi.

Dia mengatakan selama ini yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun, pada saat tertentu suplai semen kosong dan menyebabkan harga naik. Namun sekarang suplai sangat mencukupi dan harusnya harga lebih stabil dan hal itulah yang diperlukan industri ini.

Dia mengakui, REI belum banyak membahas permasalahan yang menimpa pengembang besar ataupun pengembang dengan segmen menengah ke atas.

Salah satunya terkait masalah kenaikan harga besi yang membebani pengembang apartemen di sejumlah lokasi.

“Kami memang masih fokus dengan pengembang MBR. Rumah menengah atas, selama ini kami serahkan ke mekanisme pasar saja. Tetapi ide ini bagus dan akan saya coba ajukan ke asosiasi,” sambungnya.

Paulus menilai dengan mengentaskan masalah yang dihadapi pengembang besar, maka kompleksitas permasalahan properti di Indonesia bisa terurai dengan baik.

Di sisi lain, kontribusi pengembang middle-up terhadap pendapatan nasional juga sangat besar. Oleh sebab itu, asosiasi memiliki kewajiban untuk membantu pengentasan masalah tersebut.

“Saya akan sampaikan ke pengurus kalau memang mau dikontak juga cukup bagus juga, secara value bagunan high rise ini meningkatkan pendapatan,” terang Paulus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rei, pengembang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top