Sasar Segmen Menengah, GMTD Luncurkan Klaster Rosemary

Pengembang kawasan Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. menambah portofolio bisnis residensial segmen menengah guna memaksimalkan geliat potensi pasar properti di kota tersebut.
Amri Nur Rahmat | 24 Maret 2018 14:28 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengembang kawasan Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. menambah portofolio bisnis residensial segmen menengah guna memaksimalkan geliat potensi pasar properti di kota tersebut.

Associate Director GMTD Eka Firman Ermawan mengatakan segmen menengah komersial saat ini mencatatkan pertumbuhan cukup baik sehingga menjadi arah penetrasi perseroan dalam memasarkan produk hunian.

"Kebutuhan pasar properti juga sangat baik di kuartal pertama tahun ini. Klaster terbaru dari residensial ini kami yakini bisa menjadi alternatif pilihan user dalam menetukan huniannya," katanya dalam peluncuran klaster Rosemary Grand River View, Sabtu (24/3/2018).

Adapun Rosemary merupakan klaster ketujuh yang dipasarkan GMTD dan menjadi bagian dari konsep Grand River View yang dibangun perseroan dalam wilayah pengembangan Tanjung Bunga Makassar.

Menurut Eka, klaster terbaru itu menjadi kran pembuka penetrasi perseroan dalam mengoptimalkan ceruk pasar properti di Makassar yang diproyeksikan menemukan titik kebangkitan pada tahun ini.

Sebagai informasi, klaster Rosemary mulai dipasarkan perseroan mulai dari harga Rp300 juta hingga Rp500 juta dengan total kuantitas sebanyak 200 unit.

Head of Sales & Marketing GMTD Harrys H mengatakan Rosemary direncanakan terdiri dari 450 unit hunian, namun dipasarkan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar.

"Tahap awal 200 unit dulu, selebihnya nanti di kuartal ketiga atau keempat. Tahun ini secara umum kami lihat sangat cerah untuk properti, kami manfaatkan momentum," katanya.

Dia lantas menguraikan respon masyarakat terhadap klaster Rosemary yang bahkan telah menghimpun sebanyak 250 nomor urut pemesanan (NUP), yang mana lebih tinggi dari jumlah hunian yang dilepas tahap awal sebanyak 200 unit.

Adapun dari sisi nominal target transaksi, lanjut Harrys, penjualan Rosemary diharapkan mampu menghimpun hingga sekitar Rp60 miliar untuk patokan minimal.

Sebagai informasi, Rosemary menjadi klaster anyar yang dilepas perseroan dari total 12 klaster yang direncanakan pada Grand River View dengan luasan lahan 65 hektare.

"Sejauh ini, kami sudah merealisasikan 7 klaster termasuk Rosemary. Rata-rata penyerapan klaster sudah mencapai 70%," katanya.

Tag : perumahan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top