Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas Buat Industri Kaca Sulit Ekspansi

Utilisasi produksi industri kaca lembaran di Tanah Air pada 2016 sudah mencapai 90% dari total kapasitas produksi terpasang sebanyak 1,43 juta ton
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 05 Januari 2017  |  21:55 WIB
Ilustrasi penggunaan kaca untuk industri otomotif - Reuters
Ilustrasi penggunaan kaca untuk industri otomotif - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga gas yang tidak kompetitif menyulitkan industri kaca meningkatkan kapasitas produksi mengikuti pertumbuhan permintaan.

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan harga gas yang tidak kompetitif membuat industri kaca enggan berekspansi meskipun potensi pertumbuhan permintaan dari sektor properti dan otomotif sangat besar.

Utilisasi produksi industri kaca lembaran di Indonesia pada 2016 sudah mencapai 90% dari total kapasitas produksi terpasang 1,43 juta ton. Investasi salah satu produsen kaca untuk mengganti tungku produksi tua meningkatkan kapasitas produksi total menjadi 1,5 juta unit pada awal 2017.

“Permasalahannya sekarang karena oversupply kemungkinan untuk investasi di Indonesia semakin kecil, peluangnya semakin tertutup karena marginnya kecil. Belum lagi sekarang ada dua tungku baru yang sebetulnya sudah harus diganti,” kata Yustinus.

Industri kaca adalah salah satu dari 11 sektor industri yang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai penerima penurunan harga gas industri. Presiden Joko Widodo pada awal Oktober tahun lalu memerintahkan agar harga gas industri turun menjadi US$6 per MMBTU di pintu pabrik pada 1 Januari 2017.

Keputusan soal penurunan harga gas industri seharusnya telah diumumkan pada November 2016. Namun, hingga pergantian tahun pemerintah baru mengumumkan penurunan harga gas kepada sektor industri pupuk, petrokimia, dan baja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri industri kaca
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top