Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Pupuk Baru Kompetitif Jika Harga Gas Turun

harga pokok produksi urea oleh produsen nasional hanya bisa ditekan ke kisaran US$240 per ton pada level harga gas US$6 per MMBTU.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 22 Desember 2016  |  00:23 WIB
Ilustrasi: Urea Tablet - indonetwork.co.id
Ilustrasi: Urea Tablet - indonetwork.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen pupuk baru bisa kompetitif di pasar non-subsidi jika harga gas turun ke US$3 per MMBTU.

Sekjen Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), Dadang Heru Kodri, mengatakan keputusan pemerintah menurunkan harga gas bagi produsen pupuk ke US$6 per MMBTU belum mampu membuat harga produk produksi lokal kompetitif.

Dia menjelaskan saat ini urea impor dipasarkan di Tanah Air pada kisaran harga US$200 per ton, sedangkan harga pokok produksi urea oleh produsen nasional hanya bisa ditekan ke kisaran US$240 per ton pada level harga gas US$6 per MMBTU.

“Harga yang pas itu di US$3 per MMBTU agar produk kami bisa berkompetisi dengan barang yang masuk. Atau paling tidak lewat formula yang disesuaikan dengan harga urea global,” kata Dadang.

Data BPS menunjukkan volume impor urea pada Januari—Oktober 2016 telah melebihi 570.231 ton, melonjak nyaris lima kali lipat dibandingkan volume impor seluruh 2015 yang hanya 95.000 ton.

Pengelola perkebunan memilih urea impor dibandingkan produk urea domestik karena selisih harga yang lebar. Stok urea di gudang produsen domestik menumpuk karena pangsa pasar produsen pupuk domestik di pasar non-subsidi turun hingga tinggal separuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri pupuk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top