Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERSEPSI BISNIS 2015: Pengusaha & Konsumen Pesimistis Ekonomi RI Membaik

Sejalan dengan merosotnya pertumbuhan PDB 2014 dan ketidakpasitan situasi 2015, pengusaha dan konsumen rumah tangga mempersepsikan perekonomian Indonesia belum akan membaik pada kuartal pertama tahun ini.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 07 Februari 2015  |  01:44 WIB
Daya beli masyarakat yang tertekan pascapenaikan harga BBM bersubsidi belum dapat diharapkan sepenuhnya pulih pada tahun ini. - Ilustrasi Kota Jakarta/Bisnis
Daya beli masyarakat yang tertekan pascapenaikan harga BBM bersubsidi belum dapat diharapkan sepenuhnya pulih pada tahun ini. - Ilustrasi Kota Jakarta/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Sejalan dengan merosotnya pertumbuhan PDB 2014 dan ketidakpasitan situasi 2015, pengusaha dan konsumen rumah tangga mempersepsikan perekonomian Indonesia belum akan membaik pada kuartal pertama tahun ini.

Indeks dari sisi permintaan dan penawaran pada tiga bulan terakhir tahun lalu dilaporkan sama-sama mengempis. Dalam lansiran data resmi, BPS mengumumkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) jatuh ke kisaran 104,07 pada kuartal IV/2014 dari 107,24 pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) terjun dari 112,44 ke level 107,62 pada periode yang sama. Merosotnya kedua indeks komposit tersebut mencerminkan ketidakpastian situasi perekonomian yang dipersepsikan baik oleh pengusaha besar dan menengah (ITB) dan konsumen RT (ITK).

BPS memproyeksikan pada kuartal I/2015, ITB dan ITK masih akan merosot ke angka 103,42 dan 106,93.

Kepala Ekonom PT BII Juniman mengungkapkan daya beli masyarakat yang tertekan pascapenaikan harga BBM bersubsidi belum sepenuhnya pulih. Selain itu, permintaan global yang masih lemah turut menghambat ekspansi manufaktur baik yang bermain di pasar domestik maupun orientasi ekspor.

Selaras dengan pendapat Juniman, proyeksi ITB dan ITK untuk kuartal I/2015 diperkirakan belum membaik. ITB diproyeksi tergerus ke level 103,42 diiringi penurunan ITK menjadi yang menembus 106,93.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha konsumen ekonomi indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top