Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TARIF PBB: Pengusaha Minta Pemerintah Atur Kenaikan

BISNIS.COM, JAKARTA - Pengusaha properti minta agar pemerintah pusat mengatur kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kota dan kabupaten daerah yang dinilai sudah tidak wajar.Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI)
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 13 Mei 2013  |  16:40 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Pengusaha properti minta agar pemerintah pusat mengatur kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kota dan kabupaten daerah yang dinilai sudah tidak wajar.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan pemerintah pusat seharusnya bisa mengatur agar pemerintah daerah tidak berlomba-lomba untuk menaikan tarif PBB.

“Pemerintah daerah ini belum paham. Mereka ingin menaikan PAD [Pendapatan Asli Daerah] tapi menghambat pembanngunan rumah khususnya bagi MBR [masyarakat berpenghasilan rendah]. Mungkin kalau dilakukan dengan wajar, proyek juga akan berjalan lancar,” katanya kepada Bisnis, Senin (13/5/2013).

Setyo melanjutkan, pihaknya belum tahu persis kenaikan tarif PBB yang terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Namun diketahui kenaikan tarif PBB tersebut rata-rata mencapai 20% hingga 50%.

“Kita hanya bisa menghimbau. Kalau pemerintah terus menaikan pajak tak wajar, yang terjadi masyarakat juga akan kesulitan untuk membeli rumah. Seharusnya pemerintah bisa bekerjasama,” imbuh Setyo.

Diketahui penaikan tarif pajak tersebut terjadi  sejak Direktorat Jenderal Pajak menyerahkan kewenangan pemungutan pajak kepada pemerintah daerah sesuai Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Kenaikan tarif PBB di beberapa kota kabupaten di Indonesia tersebut mencapai 20% hingga 50%. (mfm)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb rei pajak bumi dan bangunan

Sumber : Peni Widarti

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top