Bisnis.com, JAKARTA — Stasiun LRT Jabodebek Kuningan segera memiliki nama baru usai Visa resmi membeli hak penamaan melalui kontrak selama tiga tahun.
Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi menyampaikan bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian dengan Visa berupa hak penamaan, sekaligus penggunaan kartu kredit untuk pembayaran tiket perjalanan.
“Jadi Visa ini nanti akan menggandeng sekaligus kolaborasi dengan naming right. Insyaallah [namanya] Kuningan Visa,” ungkapnya dalam Medi Briefing, dikutip pada Jumat (29/8/2025).
Purnomosidi mengungkapkan bahwa kontrak bersama Visa tersebut telah disepakati untuk periode tiga tahun dengan nilai sekitar Rp7 miliar per tahun. Artinya, kesepakatan penamaan tersebut untuk tiga tahun mencapai sekitar Rp21 miliar.
Apabila rencana berjalan sesuai harapan, hak penamaan akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Selain pembelian nama stasiun LRT Kuningan, kerja sama juga dilakukan terhadap penambahan opsi pembayaran layanan LRT Jabodebek. Dengan demikian, nantinya pembayaran yang dilakukan dengan tap dapat menggunakan kartu kredit Visa maupun Europay, MasterCard, dan Visa (EMV).
Baca Juga
Sementara saat ini, adapun metode pembayaran di LRT Jabodebek telah tersedia yakni menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line, Kartu Uang Elektronik perbankan, Acess by KAI, dan LinkAja.
Untuk diketahui, saat ini stasiun LRT Jabodebek yang memiliki hak penamaan hanya Stasiun Dukuh Atas BNI. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) membeli hak penamaan dan resmi diterapkan pada November 2024 lalu.
Dalam kurun waktu dua tahun, LRT Jabodebek telah melayani 43.696.661 pengguna. Pertumbuhan pengguna juga menunjukkan kepercayaan yang semakin besar.
Pada tahun pertama operasional, jumlah pengguna mencapai 16.999.647 orang, lalu meningkat menjadi 26.697.014 orang pada tahun kedua, atau naik 57% secara tahunan.
Peningkatan juga terlihat dari rata-rata harian, baik hari kerja maupun akhir pekan. Rata-rata harian di hari kerja naik dari 54.640 pengguna di tahun pertama menjadi 90.931 pengguna di tahun kedua, meningkat 66,4%.
Sementara itu, rata-rata harian akhir pekan naik dari 30.842 menjadi 40.599 pengguna, meningkat 31,6%.
Secara perinci, jumlah pengguna pada 2023 (Agustus—Desember) mencapai 4.562.672 orang. Kemudian pada 2024 tumbuh mencapai 20.055.373 pengguna. Sementara sepanjang tahun ini hingga 27 Agustus 2025 tercatat telah mencapai 17.975.602 pengguna.
Perjalanan yang dilayani juga semakin banyak. Dari yang semula hanya 158 perjalanan per hari, kini bertambah menjadi 396 perjalanan di hari kerja dan 270 perjalanan di akhir pekan, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu bepergian dengan tetap mengutamakan ketepatan waktu.