Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Curhat Primus Yustisio: Saya Dimusuhin Tetangga Gara-gara Bea Cukai

Sejak awal tahun, Ditjen Bea Cukai menuai cukup banyak kritik masyarakat, dari persoalan barang bawaan penumpang, impor hibah SLB, hingga peti jenazah.
Petugas Ditjen Bea dan Cukai mengecek pengiriman barang dari luar negeri. Dok. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Petugas Ditjen Bea dan Cukai mengecek pengiriman barang dari luar negeri. Dok. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR Primus Yustisio curhat bahwa dirinya terkena imbas dari persoalan bea cukai yang terjadi sejak awal tahun ini. 

Hal tersebut diungkapkan dalam Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR dengan Eselon I Kemenkeu pada Senin (10/6/2024). Padahal, Primus mengakui dirinya hanyalah anggota Komisis XI, bukan bagian dari bea cukai. 

“Coba bayangkan apa yang terjadi dengan Pak Asko [Dirjen Bea Cukai] itu beberapa bulan ini, tahun ini saja sudah ada 3 kejadian besar. Saya tidak ada hubungannya dengan bea cukai, tapi saya dimusuhi sama tetangga saya karena saya adalah komisi XI yang punya mitra bea cukai, coba bayangkan,” tuturnya. 

Primus yang dulunya merupakan actor sebelum terjun ke dunia politik tersebut bahkan mengaku, warga di sekitar rumahnya membentuk grup baru akan hal tersebut.  

Sebagaimana diketahui, Ditjen Bea Cukai menuai cukup banyak kritik dari masyarakat atas kejadian yang terjadi. Mulai dari persoalan barang bawaan penumpang, impor hibah sekolah luar biasa, hingga persoalan peti jenazah.  

Primus bahkan menyindir para pejabat dengan membanding-bandingkannya dari negara maju.  

“Di Jepang Korea, kalau ada anak buah kita yang kena, itu mungkin dirjennya yang mengundurkan diri bahkan menterinya. Kalau kita, saya rasa, jauh ke sana, karena seperti itu juga [Indonesia jadi] negara maju agak jauh, walaupun harus kita coba itu, ke depan ini menjadi PR kita bersama,” tuturnya.  

Meski demikian, Primus memahami tugas dari bea cukai hanyalah pelaksana dari aturan yang ada.  

Dirinya meminta bea cukai untuk dapat menunjukkan kepada masyarakat melalui kinerja yang lebih baik lagi agar kepercayaan masyarakat kembali.  

“Buzzer akan menambah kebencian masyarakat kepada bea cukai, oleh karena itu dijawab dengan kinerja yang baik, terbuka sistemnya,” tegas Primus.  

Menengok kejadian awal tahun, Direktorat Jenderal Bea Cukai menjadi perhatian publik dengan beragam kasus yang menimpa instansi di bawah Kementerian Keuangan tersebut. Mulai dari pengiriman robot Megatron, sepatu futsal, hingga peti jenazah.  

Akun-akun media sosial yang dikelola oleh Bea Cukai di berbagai wilayah pun ikut diserbu netizen atau warganet yang menilai perlunya pembenahan karena maraknya kasus yang terjadi.   

Beberapa kasus Bea Cukai yang menjadi sorotan antara lain, denda yang dinilai tidak masuk akal hingga berkali-kali lipat dari harga barang, hingga penanganan barang yang tidak baik alias merusak barang kiriman.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper