Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Perintah Bulog Akuisisi Perusahaan Asing, Bos Bapanas Buka Suara

Bapanas menanggapi rencana Perum Bulog mengakuisisi perusahaan asing sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memberikan paparan saat diskusi sesi ke-3 Bisnis Indonesia BUMN Forum 2024 di Jakarta, Selasa (30/4/2024) - BISNIS/Fanny Kusumawardhani.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memberikan paparan saat diskusi sesi ke-3 Bisnis Indonesia BUMN Forum 2024 di Jakarta, Selasa (30/4/2024) - BISNIS/Fanny Kusumawardhani.

Bisnis.com, INDRAMAYU - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menanggapi rencana Bulog mengakuisisi perusahaan asing sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arief yang juga merupakan Dewan Pengawas Perum Bulog mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan penugasan untuk mengakuisisi sejumlah produsen beras di luar negeri.

Namun, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut mengenai rencana tersebut agar Indonesia dapat memiliki cadangan pangan di luar negeri.

“Saya belum dapat penugasannya ya tapi kalau idenya memang demikian ya kita akan pelajari supaya kita juga punya cadangan pangan,” kata Arief kepada awak media, Selasa (11/6/2024).

Menurutnya, ide yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi cukup bagus lantaran dapat membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, jika produksi dalam negeri tidak mencukupi.

Hal ini juga dinilai menjadi salah satu antisipasi dari pemerintah jika pertumbuhan penduduk lebih cepat dibandingkan produksi beras dalam negeri.

Kendati begitu, Arief menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mengutamakan produksi dalam negeri jika penugasan tersebut dilaksanakan oleh Bulog.

“Tapi memang nomor satu yang kita dorong adalah produksi dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai penugasan tersebut dapat membantu mengamankan stok beras dalam negeri jika harga beras dunia melonjak.

Dengan demikian, Indonesia tidak akan terdampak dari tingginya harga beras dunia mengingat beras yang diperdagangkan di dunia hanya sekitar 10% atau setara 50 juta ton, sedangkan banyak negara yang juga membutuhkan beras.

“Nah ketika kita punya cadangan sendiri di luar melalui kerja sama dengan negara yang bersangkutan kan lebih aman kalau dari sisi itu,” ungkapnya.

Andreas mengharapkan, skema tersebut tidak hanya diterapkan untuk komoditas beras, tetapi juga komoditas pangan lainnya. Misalnya, sapi hidup di Australia dan New Zealand.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan Perum Bulog untuk mengakuisisi sejumlah produsen beras di Kamboja.

Seiring dengan adanya instruksi tersebut, Luhut mengatakan dirinya ditugaskan untuk menindaklanjuti penugasan tersebut.

“[Proses akuisisi] memang sudah ditindaklanjuti, sekarang tinggal kita melakukan due diligence,” kata Luhut, Senin (11/6/2024). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper