Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Tembus Rp80.000/Kg, Petani Usul Pemerintah Punya Stok Bawang Merah

Harga bawang merah mengalami lonjakan signifikan imbas bencana banjir di sejumlah wilayah sentra produksi
Bawang merah/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Bawang merah/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Harga bawang merah mengalami lonjakan signifikan imbas bencana banjir di sejumlah wilayah sentra produksi. Kalangan petani minta pemerintah punya stok cadangan untuk stabilisasi.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Dian Alex Chandra mengatakan, kenaikan harga bawang merah hingga tembus Rp80.000 per kilogram di konsumen terjadi akibat pasokan yang tipis usai banjir menerjang sejumlah wilayah sentra produksi bawang merah di pantai utara (Pantura).

Di sisi lain, kerugian akibat bencana banjir itu membuat sejumlah petani bawang merah beralih menanam padi. Musababnya, modal menanam padi dianggap jauh lebih kecil dibandingkan modal menanam bawang merah.

Adapun modal menanam satu hektare padi, kata Alex, hanya membutuhkan sekitar Rp10 juta. Sementara untuk menanam bawang merah, petani butuh modal hingga Rp100 juta per hektare.

"Harusnya sekarang juga banyak panen tapi karena banjir terus di wilayah pantura makanya gagal panen. Banyak petani yang nanem padi, karena modalnya habis," ujar Alex saat dihubungi, Selasa (23/4/2024).

Alex mengakui bahwa harga bawang merah di petani sejak akhir Maret hingga April 2024 tembus di atas Rp30.000 - Rp50.000 per kilogram merupakan anomali dan menjadi yang tertinggi. Pasalnya, menurut dia selama 2023 harga jual bawang merah di petani cenderung rendah tidak pernah lebih dari Rp25.000 per kilogram.

"Karena banjir itu jadi tinggi harganya," tuturnya.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa harga bawang merah akan mulai terkoreksi dan kembali normal pada pekan kedua Mei 2024. Prediksi itu seiring sudah mulai terjadi panen di sejumlah daerah produsen bawang merah.

Bahkan, menurut dia saat ini harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Cibitung dan Pasar Induk Tanah Tinggi sudah turun di bawah Rp50.000 per kilogram.

Alex pun mengusulkan agar pemerintah bisa memiliki stok cadangan pangan bawang merah sepeti halnya yang dilakukan pada komoditas beras. Pemerintah perlu membuat fasilitas ruang penyimpanan dingin atau cold storage untuk menyimpan cadangan bawang merah selama beberapa bulan.

Nantinya, kata Alex, bawang merah petani saat panen raya yang terjadi mulai Agustus bisa dibeli pemerintah dengan harga pokok sekitar Rp16.000 per kilogram. Serapan bawang pemerintah itu bisa dijadikan stok untuk stabilisasi harga saat pasokan dan harga berfluktuasi.

"Saya sering usulkan, saat panen raya pemerintah beli bawang merah petani di kisaran Rp15.000-16.000 [per kilogram] disimpan bisa bertahan 5-6 bulan, jadi akan terjaga stabilitasnya," jelas Alex.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pasokan bawang merah ke tingkat grosir di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) per 17 April 2024 sebanyak 60 ton per hari atau turun 38,78% dari kondisi normal sebanyak 98 ton per hari.

Menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga bawang merah secara nasional hari ini berada di level Rp52.120 per kilogram. Harga bawang merah lebih tinggi tercatat di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai Rp80.000 per kilogram.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengeklaim pihaknya terus berupaya untuk menstabilkan harga dengan memeratakan distribusi bawang merah.

Menurutnya, Bapanas telah memfasilitasi distribusi bawang merah dari wilayah surplus ke wilayah defisit, misalnya dari Brebes ke Kalimantan Timur, dan dari Solok ke PIKJ.

"Kita lakukan distribusi karena memang harganya rendah di sana, kemudian kita distribusikan ke wilayah yang harganya relatif lebih tinggi sehingga harga mudah-mudahan kembali normal di bulan berikutnya," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper