Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bawang Merah Melambung Tembus Rp80.000 per Kg Usai Lebaran

Bapanas membeberkan penyebab harga bawang merah terus melonjak usai lebaran hingga menembus Rp80.000 per kilogram.
Petani menjemur bawang merah di desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Bisnis/Arief Hermawan P
Petani menjemur bawang merah di desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan penyebab harga bawang merah terus melonjak usai lebaran hingga menembus Rp80.000 per kilogram.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bahwa kenaikan harga bawang merah disebabkan cuaca hujan hingga menyebabkan gagal panen di petani.

Dalam catatannya, banjir di wilayah sentra bawang merah sepanjang Pantai Utara (Pantura) seperti Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati, telah menyebabkan hambatan produksi.

Banjir yang terjadi pada Maret 2024, telah menyebabkan 2.500 hektare dari 7.500 hektare lahan yang terdampak banjir terkena puso atau gagal panen.

Selain banjir, keterbatasan tenaga kerja dan hambatan distribusi barang ke pasar juga menjadi biang kerok tingginya harga bawang merah saat ini.

"Kenaikan harga memang disebabkan beberapa hal, di samping hujan, keterbatasan tenaga kerja perogol (ibu-ibu) dan sebagainya, ini sedang kita mitigasi," kata Ketut dalam rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual, dikutip dari YouTube Kemendagri, Senin (22/4/2024).

Ketut menyebutkan saat ini harga bawang merah di tingkat produsen berada di level Rp33.000 per kilogram. Menurutnya, harga di tingkat produsen saat ini baru mengalami kenaikan setelah sempat anjlok selama beberapa bulan di awal tahun.

Menurutnya, harga bawang merah di petani pada Januari hingga Maret 2024 anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah di tingkat produsen sebesar Rp25.000 - Rp30.000 per kilogram.

"Dengan kondisi yang hujan, dia [bawang merah] akan naik sedikit," tuturnya.

Di sisi lain, pasokan bawang merah ke tingkat grosir di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) per 17 April 2024 tercatat sebanyak 60 ton per hari atau turun 38,78% dari kondisi normal sebanyak 98 ton per hari.

Kendati begitu, Ketut mengeklaim pihaknya terus berupaya untuk menstabilkan harga dengan memeratakan distribusi bawang merah.

Menurutnya, Bapanas telah memfasilitasi distribusi bawang merah dari wilayah surplus ke wilayah defisit, misalnya dari Brebes ke Kalimantan Timur, dan dari Solok ke PIKJ.

"Kita lakukan distribusi karena memang harganya rendah di sana, kemudian kita distribusikan ke wilayah yang harganya relatif lebih tinggi sehingga harga mudah-mudahan kembali normal di bulan berikutnya," jelasnya.

Menyitir Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga bawang merah secara nasional hari ini pukul 09.20 WIB berada di level Rp52.120 per kilogram. Harga bawang merah lebih tinggi tercatat di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mencapai Rp80.000 per kilogram.

Diberitakan Bisnis.com sebelumnya, Kamis (18/4/2024), Aditya Nugroho seorang petani bawang merah di wilayah Grobogan, Jawa Tengah juga mengakui bahwa saat ini belum memasuki panen bawang. Sebagian besar petani pada panen terakhir sebelum Ramadan mengalami gagal panen imbas curah hujan yang tinggi dan bencana banjir.

Aditya membeberkan, harga bawang di tingkat petani saat ini masih cenderung tinggi mencapai Rp50.000 per kilogram. Menurutnya, harga bawang merah saat ini mencapai puncak tertinggi dan menjadi momentum langka.

"Ini tertinggi, kemarin bawang merah laku Rp50.000 [per kilogram] di kebun," bebernya saat dihubungi.

Namun, menurutnya saat ini para petani sudah mulai melakukan tanam dan diperkirakan harga bawang merah bakal berangsur turun pada Mei 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper