Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan KND Rp6,77 Triliun pada Awal 2024, Dividen Bank BUMN Kontributor Utama

Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND), termasuk dividen BUMN, tercatat Rp6,77 triliun per Januari 2024. Dividen bank BUMN jadi kontributor utama.
Petugas menata tumpukan uang rupiah./JIBI-Abdullah Azzam
Petugas menata tumpukan uang rupiah./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan negara dalam pos Kekayaan Negara Dipisahkan (KND), termasuk dividen BUMN, tercatat mencapai Rp6,77 triliun per Januari 2024. 

Angka tersebut meliputi 7,89% dari target tahun ini dan tumbuh Rp2,2 triliun dari capaian pada periode yang sama tahun lalu. 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat perekonomian nasional yang pulih pada 2023 mendatangkan profit signifikan bagi BUMN, khususnya BUMN Perbankan. Capaian positif PNBP KND terutama didorong oleh setoran dividen interim BUMN Perbankan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI). 

“Kontributor utama capaian Pendapatan KND Januari 2024 berasal dari pembayaran dividen interim BRI tahun buku 2023,” tulis Buku APBN Kita edisi Februari 2024, dikutip Selasa (27/2/2024).

Sejak tahun lalu, kinerja setoran dari dividen ini terus meningkat. Per 2023, tercatat realisasi pendapatan KND mencapai Rp82,06 triliun atau 167,13% dari target APBN 2023 atau 100,64% dari target Perpres Nomor 75/2023) dan tumbuh 1012,13% yoy.

Kenaikan laba bersih Himbara dan kebijakan kenaikan payout ratio dividen menjadi salah satu faktor peningkatan setoran dividen.

Secara rinci, setoran dividen BUMN Perbankan Himbara Rp40,84 triliun menjadi penyumbang utama pendapatan KND. Selain karena kenaikan laba bersih Himbara, kebijakan kenaikan payout ratio dividen juga menjadi faktor peningkatan setoran dividen.

Setoran dividen BUMN Nonperbankan tercatat Rp41,22 triliun. Kinerja dividen BUMN Nonperbankan mencapai 170% dari target, atau tumbuh 157,31% yoy. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang terkontraksi 5,28% yoy. 

Kenaikan dividen tersebut antara lain berasal dari kinerja keuangan PT Pertamina, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Pupuk Indonesia, PT PLN, dan PT Pelabuhan Indonesia yang semakin membaik pada tahun buku 2022.

Sementara untuk tahun ini, pemerintah menargetkan penerimaan dari dividen perusahaan pelat merah tersebut senilai Rp85,8 triliun. 

Pemerintah akan melakukan optimalisasi KND melalui penguatan tata kelola dan restrukturisasi BUMN untuk meningkatkan kinerja BUMN dan mencapai target tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper