Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anak Buah Sri Mulyani Sebut Inflasi 2023 Terendah dalam 20 Tahun Terakhir

BKF Kemenkeu mengatakan capaian kinerja inflasi 2023 sebesar 2,61% (yoy) terendah dalam 20 tahun terakhir.
Ilustrasi inflasi/Freepik
Ilustrasi inflasi/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyampaikan capaian kinerja inflasi 2023 yang sebesar 2,61% (year-on-year/yoy), dan menjadi yang terendah dalam 20 tahun terakhir, memasuki tren menurun. 

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan pihaknya akan terus menjaga tren inflasi yang semakin terkendali dalam target pemerintah tersebut. 

“[Inflasi] cenderung trennya menurun dan ini akan terus kita jaga kordinasi yang baik masuk ke tahun 2024,” ujarnya dalam konferensi pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023, Selasa (2/1/2024). 

Febrio menjelaskan komponen dari indeks harga konsumen atau IHK yang Badan Pusat Statistik (BPS) gunakan dalam menghitung inflasi setidaknya terbagi menjaditiga kelompok. 

Pertama, komponen harga bergejolak atau volatile food yang mencakup sekitar 16,5% dari komponen IHK dengan 101 komoditas. Harga pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan beras termasuk dalam komponen ini. 

Sementara komponen harga diatur pemerintah atau administered price mencakup 23 komoditas dan inflasi inti mencakup 711 komoditas.  

“Kebijakan pemerintah yang melakukan intervensi untuk bahan pangan contohnya beras terutama itu berhasil memperlambat pertumbuhan harga beras, kita lihat sekarang harganya melandai dan terkendali,” lanjutnya. 

Terlebih, beberapa jenis bahan pangan mengalami deflasi, sehingga komponen volatile food pada periode Desember 2023 turun menjadi lebih rendah dari bulan sebelumnya.  

Secara keseluruhan, Febrio menekankan keberhasilan pengendalian inflasi hasil dari kebijakan pemerintah yang berkoordinasi dengan baik dengan pemerintah daerah (Pemda) maupun pemerintah pusat dan Bank Indonesia (BI). 

“Tim pengendali inflasi baik pusat maupun daerah ini berhasil mengelola komoditas IHK tersebut,” tutupnya. 

Sebelumnya, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar melaporkan komponen harga bergejolak pada Desember 2023 mengalami inflasi sebesar 6,73% dengan andil sebesar 1,15% terhadap inflasi umum. 

“Harga bergejolak masih tinggi 1,15%, komoditas dominan yang memberikan inflasi setahun terakhir, beras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan daging ayam ras,” tuturnya dalam konferensi pers Rilis BPS, Selasa (2/1/2024). 

Meski masih tinggi, inflasi harga bergejolak ini lebih rendah dari November 2023 yang mencapai 7,59%. 

 

Tren Inflasi sepanjang 2023

mtm (%) yoy (%) ytd (%)
Januari  0,34 5,28 0,34
Februari  0,16 5,47 0,5
Maret  0,18 4,97 0,68
April  0,33 4,33 1,01
Mei  0,09 4 1,1
Juni  0,14 3,52 1,24
Juli  0,21 3,08 1,45
Agustus  -0,02 3,27 1,43
September  0,19 2,28 1,63
Oktober  0,17 2,56 1,8
November  0,38 2,86 2,19
Desember 0,41 2,61 2,61

Sumber: BPS, diolah 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper