Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelajah EV: Terapkan Pertambangan Ramah Lingkungan, Ini Komitmen Harita Nickel

Harita Nickel juga terus menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasi dan bisnisnya.
Foto udara kolam sedimen milik Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara/JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Foto udara kolam sedimen milik Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara/JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, MALUKU UTARA – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berkomitmen untuk terus mengikuti regulasi pemerintah dalam kegiatan operasi pengolahan nikel untuk tetap memenuhi prinsip pertambangan ramah lingkungan atau green mining.

Direktur Operasional NCKL Younsel Evand Roos mengatakan salah satu kunci utama dalam melakukan bisnis berkepanjangan adalah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan regulasi-regulasi yang berlaku.

Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia merupakan salah satu mitra utama Harita Nickel dalam kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan, termasuk dalam kegiatan pertambangan yang ramah lingkungan.

“Mereka [pemerintah] itu adalah partner kami, kalau membuat aturan soal safety, perizinan, dan lainnya tentu akan kita ikuti. Saat mereka membuat batasan-batasan terkait aspek lingkungan, akan kami ikuti juga,” kata Younsel saat ditemui Tim Jelajah EV di Kawasi, Pulau Obi, Maluku Utara.

Salah satu contoh batasan yang diatur oleh pemerintah dalam aspek lingkungan ini adalah terkait baku mutu air limbah pengolahan nikel. Younsel memaparkan, perusahaan memiliki sistem pengelolaan air (water management) untuk mengelola air limbah hasil aktivitas industri nikel sebelum dilepas ke lautan.

Dia menuturkan, pengelolaan air limbah industri ini menggunakan beberapa alat seperti check dam, kolam sedimen, dan lain-lain. Harita Nickel juga telah bekerjasama dengan pemerintah terkait pengawasan pengelolaan air limbah ini.

Hal tersebut dilakukan dengan memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan atau Sparing pada beberapa titik fasilitas pengelolaan air limbag perusahaan.

“Sistem itu [sparing] sudah online dan bisa dipantau oleh Kementerian ESDM. Sparing itu juga sudah real time mengirimkan data setiap jam, jadi tidak akan ada manipulasi [data],” jelas Younsel.

Selain itu, Harita Nickel juga gencar melaksanakan reklamasi pada lahan-lahan eks tambang yang telah selesai diproses. Dia menjelaskan, perusahaan menutup kembali lubang-lubang bekas tambang dengan menggunakan lapisan tanah top soil yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman beragam tumbuhan.

Selain itu, Harita Nickel juga terus menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasi dan bisnisnya. Perusahan juga telah memiliki sertifikasi seperti ISO 14001 terkait sistem manajemen lingkungan, ISO 45001 untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, dan lain-lain.

“Semua aturan itu harus kita ikuti dan penuhi, karena ini pada akhirnya juga akan menjadi social license bagi perusahaan,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper