Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Indonesia 2024 Bakal Stagnan, Ekonom Indef Beri Penjelasan

Ekonom Indef memperkirakan ekonomi Indonesia cenderung stagnan pada 2024
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics of Finance (Indef) Tauhid Ahmad (kiri) dan Wakil Direktur Utama PT Indika Energy Tbk. Azis Armand menyampaikan paparan saat mengikuti diskusi pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC) 2024 di Jakarta, Kamis (23/11/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics of Finance (Indef) Tauhid Ahmad (kiri) dan Wakil Direktur Utama PT Indika Energy Tbk. Azis Armand menyampaikan paparan saat mengikuti diskusi pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC) 2024 di Jakarta, Kamis (23/11/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) memperkirakan ekonomi Indonesia cenderung stagnan pada 2024 lantaran dipicu oleh sejumlah faktor.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, salah satu pendorong  paling banyak adalah konsumsi pemerintah lantaran banyak alokasi yang digunakan untuk kegiatan pemilihan umum (Pemilu) dan lainnya.

Sementara, belanja modal diperkirakan akan relatif stagnan sehingga perlu diwaspadai, mengingat kontribusi konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan Indonesia mencapai 8%.

“Kemungkinan justru yang membuat ekonomi kita turun tahun depan adalah konsumsi pemerintah,” kata Tauhid dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2024, Kamis (23/11/2023).

Sementara itu, ekspor impor Indonesia pada 2024 masing-masing hanya diprediksi tumbuh sebesar 9% dan 9,4%, atau lebih rendah dibandingkan 2023 dan 2022. Ekspor impor yang tumbuh melambat itu dipicu oleh pelemahan ekonomi dunia yang diprediksi terjadi pada tahun depan.

Dia juga menambahkan, mitra dagang utama Indonesia yakni China, AS, Jepang, dan Korea  juga menjadi pemicu penurunan pangsa ekspor Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di keempat negara ini diproyeksi menurun.

Namun di tengah proyeksi penurunan ekonomi pada sejumlah mitra dagang utama Indonesia, negara lainnya justru berpotensi tumbuh positif pada 2024. Hal ini dapat menjadi salah satu peluang agar perdagangan Indonesia semakin bagus tahun depan. 

“Ini mungkin bisa jadi jalan agar perdagangan kita semakin bagus,” ujarnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper