Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Target Produksi Beras 35 Juta Ton pada 2024, Pakar: Sulit Diwujudkan

Pakar ITB menyebut target produksi beras sebesar 35 juta ton pada 2024 sulit diwujudkan.
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Target peningkatan produksi beras tahun depan menjadi 35 juta ton dianggap sulit untuk diwujudkan.

Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum Asosiasi Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa mengatakan berdasarkan data produksi selama 40 tahun terakhir, peningkatan produksi beras secara tahunan tidak pernah melebihi 10%.

Adapun selama 5 tahun terakhir sejak 2018, produksi beras Indonesia cenderung stagnan di kisaran 31 juta ton. Artinya, target produksi 35 juta ton tahun depan memerlukan peningkatan 12,9% dari produksi tahun ini.

"Selama 40 tahun terakhir meningkat sampai di atas 10% [year on year] itu belum pernah terjadi," ujar Andreas saat dihubungi, Selasa (24/10/2023).

Dia memperkirakan, peningkatan produksi beras di tahun depan hanya sekitar 1,5 juta ton. Dengan begitu, produksi 32,5 juta ton beras di 2024 dinilai masih memungkinkan.

Andreas menjelaskan, optimisme peningkatan produksi di tahun depan didasari pada antusias menanam yang tinggi di kalangan petani. Musababnya, harga gabah yang tengah tinggi menyebabkan petani berbondong-bondong melakukan penanaman padi di berbagai daerah.

"Tahun depan tidak ada gangguan yang cukup berarti, dan saat ini petani menikmati harga yang baik sehingga mereka ini sekarang bergairah tanam,"tutur Andreas.

Lebih lanjut, Andreas menyebut intensifikasi pertanian menjadi cara yang paling memungkinkan untuk mendukung peningkatan produksi beras. Alih-alih ekstensifikasi melalui perluasan lahan.

Menurutnya, ekstensifikasi pertanian komoditas padi selama ini selalu gagal dilakukan pemerintah. Bahkan, selama 25 tahun cara perluasan lahan pertanian melalui program food estate tidak berhasil menggenjot produksi dan mencapai swasembada pangan.

"Jadi program food estate kan sudah bisa dikatakan gagal," ucapnya.

Sebelumnya, Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan produksi 35 juta ton akan membebaskan Indonesia dari importasi beras.

Arief membeberan, untuk mewujudkan target produksi 35 juta ton beras di 2024, pihaknya bersama dengan dinas pertanian di seluruh daerah bakal memastikan Musim Tanam (MT) I 2023/2024 selama November 2023 - Maret 2024 berjalan dengan baik. Ketersediaan benih, pupuk, saluran irigasi, dan penanggulangan hama serta optimalisasi peran penyuluh pertanian disebut menjadi kunci.

"Cara untuk mewujudkan ini adalah menaikkan produktivitas padi, dari 5,2 ton per hektare menjadi 5,4 atau 5,5 bahkan 5,7 juta ton per hektare," ujar Arief.

Selain itu, Arief menyebut langkah-langkah yang terus dikejar untuk genjot produksi beras di MT 1 antara lain mendorong penggunaan asuransi tani, optimalisasi alat mesin pertanian, mendetailkan 26.000 outlet pupuk milik PIHC di seluruh Indonesia, memastikan kesiapan kepala daerah untuk mengeksekusi permasalahan di lapangan dan memberikan reward bagi dinas pertanian provinsi/kabupaten yang sukses menaikan produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper