Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

LRT Bali Bakal Dibangun Konsorsium Korea Selatan? Ini Penjelasan Kemenhub

Konsorsium asal Korea Selatan tengah melaksanakan studi kelayakan atau feasibility study untuk proyek LRT Bali.
Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di Depo LRT Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di Depo LRT Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi konsorsium asal Korea Selatan tengah melaksanakan studi kelayakan atau feasibility study untuk proyek LRT Bali.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, studi kelayakan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri atas Korea National Railways (KNR), Korea Railroad Corporation atau Korail, KRC Co. Ltd., Saman Co. Ltd. dan Dongmyeong Co. Ltd.

"Untuk saat ini kajian kelayakan ditargetkan rampung sekitar Maret 2024," kata Adita saat dikonfirmasi, Selasa (24/10/2023).

Dia menjelaskan, konsorsium yang menggarap studi kelayakan ini belum memenangkan hak untuk mengerjakan proyek LRT Bali. Proses lelang tetap akan dilakukan setelah studi kelayakan rampung dengan skema pembiayaan dan aspek teknis yang jelas. 

Dengan demikian, konsorsium yang menggarap studi kelayakan ini belum tentu akan mengerjakan konstruksi proyek LRT Bali. 

"Konsorsium Korsel ini belum memenangkan proyek ini, baru untuk yang studinya, tetapi sebagai pemrakarsa, mereka akan dapat keuntungan berupa right to match atau persentase tertentu atas penawarannya," kata Adita. 

Adapun, Adita belum dapat menyebutkan secara detail skema pendanaan untuk proyek LRT Bali. Dia menuturkan, Kemenhub dan instansi terkait lainnya masih terus membahas skema pembiayaan proyek ini.

“Skema pendanaan masih belum ditetapkan, sedang dalam pembahasan,” jelasnya. 

Mengutip pemberitaan dari news1.kr, kontrak studi kelayakan untuk LRT Bali tersebut dilakukan untuk pembangunan fase pertama LRT Bali yang akan membentang sepanjang 5,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian. 

Rencananya, LRT tersebut akan menghubungan Bandara Ngurah Rai ke daerah wisata Kuta. Studi tersebut akan dilakukan selama 10 bulan dimulai dari Oktober 2023 hingga Agustus 2024.

Setelah proses kajian itu rampung, proyek ini akan dikerjakan dengan dukungan Economic Cooperation Fund (EDCF) dan Economic Cooperation Promotion Fund (EDPF) melalui perjanjian pinjaman antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia.

Adapun, pada awal tahun ini, pemerintah Indonesia telah meminta pemerintah Korea Selatan untuk melakukan kajian kelayakan untuk proyek LRT ini.

Sementara itu, berdasarkan unggahan pada thread r/indonesia di media sosial Reddit, sejumlah titik yang akan menjadi stasiun pemberhentian LRT Bali,  di antaranya adalah Bandara Ngurah Rai, Kuta, Pura Desa Adat, Central Park, Sunset Road, dan Seminyak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper