Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tak Hanya di Pulau Rempang, Xinyi Juga Suntik Investasi Jumbo di Gresik

Investor China, Xinyi Group tengah menjadi sorotan usai adanya bentrokan antara aparat dan warga Pulau Rempang yang menolak relokasi.
Pulau Rempang
Pulau Rempang

Bisnis.com, JAKARTA - Investor asal China, Xinyi Group tengah menjadi sorotan usai adanya bentrokan antara aparat dan warga Pulau Rempang yang menolak relokasi untuk pengembangan proyek Rempang Eco-City.

Xinyi Glass Holdings Ltd. ini adalah produsen terkemuka produk kaca asal China. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk kaca seperti kaca mobil, kaca hemat energi dan kaca float berkualitas tinggi, dengan pasar lebih dari 150 negara.

Jejak Xinyi di Indonesia tidak hanya di Pulau Rempang, tapi juga di KEK JIIPE Gresik. Investor asal China ini disebut telah menggelontorkan investasi tahap pertama di JIIPE sebesar US$700 juta atau setara Rp10,5 triliun.

Melansir laman resmi JIIPE, pada 25 Agustus 2022 telah dilakukan Pengikatan Perjanjian Jual Beli (Agreement) antara Xinyi dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Berdasarkan Perjanjian tersebut, BKMS telah setuju untuk menjual lahan dan Xinyi telah setuju untuk membeli lahan yang luas dalam rangka pembangunan pabrik produksi Kaca Xinyi di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE (KEK JIIPE).

Xinyi juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan BKMS untuk menyediakan berbagai utilitas termasuk listrik, air, gas alam, pengolahan limbah, fasilitas telekomunikasi dan internet serta infrastruktur dan fasilitas lainnya untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi kaca di KEK JIIPE.

Selain itu, Xinyi juga telah menandatangani MOU dengan PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang mengoperasikan fasilitas pelabuhan laut dalam di KEK JIIPE untuk fasilitas pelabuhan dan terminal berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh fasilitas produksi kaca.

Diberitakan sebelumnya, proyek Rempang Eco-City dilaporkan memiliki geliat potensi investasi jumbo mencapai Rp381 triliun. Seiring dengan hal tersebut, sosok taipan Tomy Winata diketahui menjadi salah satu konglomerat yang memiliki peran dalam proyek tersebut.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan hak pengelolaan dan pengembangan lahan Pulau Rempang kepada PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata.

Pengembangan proyek pulau rempang menjadi kawasan ekonomi hijau baru tersebut pertama kali kedatangan minat investasi dari produsen kaca terkemuka asal China yakni Xinyi Glass Holdings Ltd.

Tak main-main, komitmen investasi yang siap dikucurkan oleh Xinyi Glass Holding dalam proyek Rempang Eco-City tersebut bahkan dilaporkan mencapai US$11,6 miliar ekuivalen Rp175 triliun (Asumsi kurs: Rp15.100), atau sekitar 45,93 persen dari total investasi yang dibidik Rp381 triliun.

Komitmen investasi tersebut bahkan telah disepakati dalam perjanjian kerja sama antara Indonesia dan China yang telah ditandatangani pada 28 Juli 2023 lalu.

Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kepala BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan, investasi tersebut akan berkontribusi dalam membangun ekosistem industri kaca dan panel surya di wilayah Rempang, Batam, Indonesia.

"Investasi dari Xinyi Glass di Indonesia akan menjadi yang terbesar di luar China," kata Bahlil dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Senin (11/9/2023).

Bahlil menyatakan di Pulau Rempang, Xinyi berkomitmen membangun pabrik kedua terbesar di dunia setelah China. Dia menambahkan bahwa pabrik Xinyi nantinya juga akan memproduksi panel surya yang diperuntukkan pasar ekspor.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper