Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gak Cuma AS, Uni Eropa Juga Protes Pembatasan Ekspor Logam Penting China

Uni Eropa turut memprotes pembatasan ekspor dua logam penting China, menyusul protes serupa dari Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.
John Chipman, Direktur Jenderal dan Kepala Eksekutif IISS, Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Jong-sup, dan Josep Borrell Fontelles dari Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan dan Wakil Presiden Komisi Eropa menghadiri sesi pleno Dialog Shangri-La IISS ke-20 di Singapura 3 Juni 2023. REUTERS/Caroline Chia
John Chipman, Direktur Jenderal dan Kepala Eksekutif IISS, Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Jong-sup, dan Josep Borrell Fontelles dari Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan dan Wakil Presiden Komisi Eropa menghadiri sesi pleno Dialog Shangri-La IISS ke-20 di Singapura 3 Juni 2023. REUTERS/Caroline Chia

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa memberikan tanggapannya terhadap pembatasan ekspor dua logam penting China, menyusul protes serupa dari Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.

Mengutip pemberitaan Bloomberg yang dikutip Senin (10/7/2023), pejabat Uni Eropa sedang bekerja untuk mempersempit cakupan kontrol ekspor terkait dua logam China.

Uni Eropa diketahui ingin memastikan bahwa pembatasan ekspor pada kedua logam tersebut didasarkan pada implikasi keamanan yang jelas dan mematuhi aturan Organisasi Perdagangan Dunia. 

Sebagaimana diketahui, China sebelumnya mengumumkan bahwa mereka akan membatasi ekspor galium, germanium dan senyawa kimia terkait untuk alasan keamanan nasional. 

Uni Eropa berpendapat bahwa bahan-bahan ini digunakan dalam berbagai macam produk teknologi dan secara lebih luas, serta khawatir bahwa China akan menggunakan material kritis tersebut dalam persenjataan. 

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Shu Jueting pada Kamis (6/7) juga mengatakan bahwa Uni Eropa dan AS telah diberi pemberitahuan lanjutan mengenai kontrol tersebut. 

Berdasarkan sumber terkait, pejabat Uni Eropa di China hanya diberi waktu singkat untuk melapor kembali ke ibu kota mereka sebelum pengumuman resmi. 

Menkeu AS Janet Yellen juga menyuarakan keprihatinannya atas kontrol tersebut, ketika ia hadir dalam konferensi meja bundar dengan para pebisnis AS yang beroperasi di China. 

Yellen juga menyampaikan keprihatinannya dengan tindakan hukum yang telah diambil terhadap perusahaan AS dalam beberapa bulan terakhir. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper