Harga Bawang hingga Rokok Jadi Penyumbang Inflasi Mei 2023

BPS mencatat bawang merah, daging ayam, telur ayam, rokok kretek filter, dan bawang putih menjadi komoditas penyumbang inflasi secara bulanan terbesar.
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Abdurachman
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Mei 2023 terjadi inflasi sebesar 0,09 persen secara bulanan (month-to-month) atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 174 pada April 2023 menjadi 114,84 pada Mei 2023.  

Komoditas penyumbang inflasi secara bulanan terbesar, yaitu bawang merah, daging ayam, telur ayam, rokok kretek filter, dan bawang putih.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan, tingginya harga bawang merah dan bawang putih disebabkan kurangnya pasokan di pasaran untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. 

"Bawang putih yang kebanyakan dari impor ini ditenggarai karena impor bawang putih belum masuk ke Indonesia secara utuh sehingga pasokan bawang putih di pasar tradisional masih sangat terbatas, harga menjadi lebih mahal," kata Pudji dalam rilis BPS secara virtual, Senin (5/6/2023).

Adapun, bawang merah memiliki andil inflasi sebesar 0,03 persen, daging ayam ras dengan andil 0,03 persen, ikan segar andil 0,02 persen, telur ayam ras andil 0,02 persen, rokok kretek filter dengan andil sebesar 0,02 persen, dan bawang putih dengan andil sebesar 0,02 persen.

Namun demikian, inflasi kelompok tersebut teredam oleh deflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki, serta tansportasi.

Lebih lanjut, inflasi Mei 2023 secara bulan ke bulan lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,33 persen dan lebih rendah dari inflasi di bulan yang sama tahun lalu yang sebesar 0,40 persen.

Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), terjadi inflasi sebesar 4 persen, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 1,1 persen.

Pudji menjelaskan komponen inti secara tahunan memberikan andil yang paling besar. Komponen inti ini memiliki inflasi tahunan sebesar 2,66 persen, lebih rendah dibandingkan April 2023 sebesar 2,83 persen.

Komponen inti ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 1,73 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif kontrak rumah, sewa rumah, biaya perguruan tinggi, emas perhiasan dan upah asisten rumah tinggi.

Tekanan inflasi juga didorong oleh komponen harga yang diatur pemerintah yang mengalami inflasi sebesar 9,52 persen, lebih rendah dibandingkan April 2023 sebesar 10,32 persen. Komponen ini sebesar 1,70 persen. Sementara komoditas yang dominan terhadap komponen ini adalah bensin, rokok, bahan rumah tangga, tarif angkutan kota, rokok putih dan rokok kretek.

“Komponen harga bergejolak pun mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,29 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih. Andil inflasi komponen harga bergejolak sebesar 0,09 persen,” ujar Pudji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper