Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Rilis BPS, Berikut Data Historis Inflasi RI Mei 2022 - April 2023

Otoritas fiskal dan pengamat meramalkan bahwa inflasi Mei akan lebih landai jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. 
Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan data pertumbuhan inflasi RI April 2023./Dok. BPS RI
Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan data pertumbuhan inflasi RI April 2023./Dok. BPS RI

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Mei 2023 pada Senin (5/6/2023). Otoritas fiskal dan pengamat meramalkan bahwa inflasi Mei akan lebih landai jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan inflasi akan tetap terjaga kendati ada peningkatan harga yang signifikan terhadap komoditas pangan, yakni telur ayam ras.

“[Inflasi Mei] harusnya lebih bagus dibandingkan kemarin, tetapi kami pantau beberapa harga yang naiknya cepat, harga telur,” ujarnya di kompleks Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

Dia menambahkan intervensi yang telah dilakukan pemerintah adalah memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah pusat dan daerah untuk mengetahui alasan harga sumber protein tersebut naik.

BPS memproyeksikan terdapat empat komoditas pangan yang akan memberikan andil terhadap inflasi Mei 2023, yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.

Sebagaimana diketahui, harga telur ayam yang dalam beberapa pekan terakhir semakin melambung. Sampai dengan pekan keempat bulan Mei 2023, peningkatan harga telur ayam terjadi di 118 kabupaten/kota.

Dihubungi terpisah, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede memperkirakan inflasi Mei 2023 diperkirakan berkisar di level 0,32 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), atau 4,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). 

Perkiraan itu lebih rendah dibandingkan inflasi April yang bertengger di angka 0,33 persen mom dan secara tahunan mencapai 4,33 persen yoy. 

Dia juga memperkirakan inflasi inti akan berkisar di level 2,81 persen yoy, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya, yakni 2,83 persen yoy. Hal ini sejalan dengan penurunan harga emas sepanjang Mei yang mencapai sekitar minus 0,84 persen mtm.

“Adapun inflasi harga diatur pemerintah diperkirakan akan melandai sejalan dengan normalisasi tarif transportasi yang meningkat pada April lalu” ujar Josua kepada Bisnis, Kamis (1/6/2023). 

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat inflasi Mei 2023 diproyeksikan sebesar 0,40 persen mtm dan 4,33 persen yoy.

Menurut kelompok pengeluaran, Yusuf mengatakan bahwa transportasi diproyeksi mengalami inflasi sebesar 5,47 persen yoy. Sementara itu, makanan, minuman, dan tembakau diperkirakan mengalami inflasi 2,5 persen yoy. 

“Inflasi pada kelompok makanan, salah satunya, didorong oleh kenaikan harga telur ayam ras. Pada 25 Mei 2023, data SP2KP Kemendag mencatatkan rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp30.816 per kilogram, mendekati rekor termahal dalam 5 tahun terakhir,” tutur Yusuf. 

 

Berikut data historis inflasi Indonesia sejak Mei 2022 hingga April 2023:

 

No

Periode

Data Inflasi

1

April 2023

4.33 %

2

Maret 2023

4.97 %

3

Februari 2023

5.47 %

4

Desember 2022

5.51 %

5

November 2022

5.42 %

6

Oktober 2022

5.71 %

7

September 2022

5.95 %

8

Agustus 2022

4.69 %

9

Juli 2022

4.94 %

10

Juni 2022

4.35 %

11

Mei 2022

3.55 %


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper