Kepala BKF Proyeksi Inflasi Mei 2023 Bakal Lebih Landai

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu memproyeksikan realisasi inflasi pada Mei 2023 akan lebih landai dari bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam Dialogue KiTa, Jumat (2/10/2020)/ Jaffry Prakoso-Bisnis
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam Dialogue KiTa, Jumat (2/10/2020)/ Jaffry Prakoso-Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memproyeksikan realisasi inflasi pada Mei 2023 akan lebih landai dari bulan-bulan sebelumnya.

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan meski ada peningkatan harga yang signifikan terhadap komoditas pangan, yaitu telur ayam ras, inflasi masih akan tetap terjaga.

“[Inflasi Mei] harusnya lebih bagus dibandingkan kemarin, tetapi kami pantau beberapa harga yang naiknya cepat, harga telur,” ujarnya di kompleks Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

Sejauh ini pun intervensi yang telah dilakukan, katanya berupa koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah pusat dan daerah untuk mengetahui alasan harga sumber protein tersebut naik.

“Jadi nanti kami pastikan harga-harga akan tetap terjaga, untuk akhir tahun sekitar 3,3 persen overallnya, dan inflasi makanannya akan terus turun,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan terdapat empat komoditas pangan yang akan memberikan andil terhadap inflasi Mei 2023, yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.

Harga telur ayam yang dalam beberapa pekan terakhir terpantau semakin melambung, per minggu keempat Mei 2023, harga telur ayam terjadi peningkatan di 118 kab/kota.

Adapun, BPS mencatat naiknya harga daging dan telur ayam ras ini seiring dengan permintaan atas aktivitas sosial seperti hajatan atau pesta. Naiknya ongkos produksi terutama harga pakan juga menjadi penyebab tingginya harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA (BBCA) David E. Sumual melihat inflasi Mei 2023 akan naik tipis menjadi Rp4,34 persen (year-on-year/yoy) dari capaian April sebesar 4,33 persen.

Berdasarkan data BPS, tren inflasi pada 2023 cenderung menurun. Pemerintah berhasil menekan inflasi ke level 5,28 persen (yoy) namun pada Februari meningkat menjadi Rp5,47 persen.

Pada bulan-bulan di mana terdapat Ramadan dan Idulfitri, inflasi justru terjaga dan menurun. Inflasi Maret tercatat sebesar 4,97 persen dan April sebesar 4,33 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper