Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Data Tesla Bocor, Pemerintah Jerman Gelar Penyelidikan

Badan-badan berwenang Jerman menggelar penyelidikan terhadap Tesla menyusul kemungkinan pelanggaran perlindungan data.
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo

Bisnis.com, JAKARTA – Badan-badan berwenang Jerman menggelar penyelidikan terhadap Tesla setelah mendapat petunjuk mengenai kemungkinan pelanggaran perlindungan data oleh perusahaan milik Elon Musk tersebut.

Dilansir dari Reuters pada Jumat (26/5/2023), laporan surat kabar Handelsblatt menyebutkan bahwa pabrikan mobil listrik asal AS tersebut telah gagal melindungi data dari pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis secara memadai, menyusul bocornya data rahasia 100 gigabyte.

Sementara itu, Otoritas Pengawas Perlindungan Data di Belanda yang merupakan negara lokasi kantor pusat Tesla di Eropa telah mendapat kabar terkait informasi tersebut.

Raksasa mobil ini telah mengajukan laporan awal terkait masalah tersebut kepada lembaga yang berwenang di Belanda.

Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa telah menetapkan bahwa perusahaan perlu melakukan pelaporan jika mereka merasa khawatir data pribadi telah bocor.

Menurut surat kabar Handelsblatt yang mengutip seorang pengacara Tesla, mantan karyawan yang tidak puas telah menyalahgunakan aksesnya sebagai teknisi servis untuk mendapatkan informasi.

Selain itu, dikabarkan juga bahwa perusahaan akan mengambil tindakan hukum terhadap mantan karyawan yang dicurigai melakukan hal tersebut.

Menurut surat kabar tersebut, laporan tersebut telah diajukan oleh pelapor pada pihak berwenang Jerman pada bulan April lalu.

Brandenburg, juru bicara kantor perlindungan data mengatakan bahwa kasus tersebut bisa saja memanjang dan menjadi masalah serius apabila bukti-bukti yang ditemukan menjadi semakin kuat.

Adapun surat kabar tersebut melaporkan tentang ribuan keluhan pelanggan mengenai sistem bantuan pengemudi dari produsen mobil tersebut dengan sekitar 4.000 keluhan terkait percepatan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper