Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler Hari Ini: Kasus Transaksi Janggal Rp349 T dan Kekayaan Bos OJK

Kasus transaksi janggal Rp349 triliun dan kekayaan petinggi OJK menjadi topik terpopuler di Kanal Ekonomi Bisnis.com.
Menkeu Sri Mulyani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana  dan Menkopolhukam Mahfud MD melakukan konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Senin (20/3/2023).
Menkeu Sri Mulyani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana dan Menkopolhukam Mahfud MD melakukan konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Senin (20/3/2023).

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus transaksi janggal senilai Rp349 triliun masih menjadi perhatian utama para pembaca Kanal Ekonomi Bisnis.com.

Apalagi, terdapat kontroversi yang terjadi di antara 'anak-anak Presiden' atau lintas kementerian/lembaga soal transaksi yang diduga terkat tindak pidana pencucian uang.

Berita terpopuler lainnya yaitu mengenai kekayaan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara usai melaporkan LHKPN ke KPK.

Berikut daftar selengkapnya 5 berita terpopuler di Kanal Ekonomi Bisnis.com:

1. Kontroversi "Anak-anak Presiden" di Kasus Transaksi Janggal Rp349 T

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini melihat kontroversi yang terjadi di antara "anak-anak Presiden" atau lintas kementerian/lembaga soal transaksi janggal senilai Rp349 triliun yang diduga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pertentangan secara terbuka antara Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana beserta DPR, yang dirinya sebut sebagai ‘anak’anak presiden’, justru merusak pemerintahan itu sendiri.

2. Penyampaian LHPKN, Segini Kekayaan Ketua OJK dan Wakil Ketua OJK

Dua orang komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Berdasarkan data yang diunggah disitus KPK, nilai kekayaan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar tercatat mencapai kurang lebih Rp21,7 miliar. Dari total kekayaaan itu, harta dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp10 miliar.

3. Laba Pupuk Kaltim Meroket Tembus Rp14,5 Triliun, Naik 137 Persen!

Anak perusahaan holding BUMN Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim membukukan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp14,59 triliun. Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menyebutkan, angka laba Rp14,59 triliun tersebut melonjak 137 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kinerja keuangan yang cukup baik pada 2022, kita berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp14,5 triliun atau ini lebih dari dua kali lipat investasi pada 2021,” tutur Rahmad dalam konferensi pers, Rabu (29/3/2023).

4. Mulai Beroperasi Penuh 1 April, Segini Tarif Tol Becakayu

PT Waskita Toll Road akan mulai mengoperasikan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) secara penuh mulai 1 April 2023 setelah sebelumnya melakukan uji coba operasional pada ruas Jakasampurna-Marga Jaya.

Direktur Utama PT Kresna Kusuma Dyandra Marga Aris Mujiono mengatakan, dengan beroperasi secara penuh, Jalan Tol Becakayu dapat menjadi alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan arteri wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, pengguna jalan dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanannya hingga 30 menit.

“Selain itu, Tol Becakayu juga dapat mengurai kepadatan lalu lintas dengan adanya akses koneksi dari arah Tanjung Priok menuju Bekasi dan sebaliknya,” ujar Aris melalui keterangan resminya, Kamis (30/3/2023).

5. PKJS-UI Temukan Dana Bansos Banyak Digunakan Beli Rokok

Hasil penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) menemukan banyak penerima bantuan sosial (bansos) yang menggunakan uangnya untuk membeli rokok.

Ketua PKJS UI, Aryana Satrya mengatakan murahnya harga rokok dan penjualan yang bebas menjadi salah satu faktor penerima dana bansos membeli rokok melalui uang tersebut.

Selain itu, dalam survei juga ditemui banyak penerima dana bansos ini memiliki anggota keluarga yang merokok.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper