Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Pangan Hari Ini 7 Maret: Beras, Bawang, Minyak Kompak Turun, Cabai Naik

Harga cabai terpantau mengalami kenaikan. Berikut daftar harga pangan hari ini, Selasa (7/3/2023):
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan dan kenaikan harga hari ini, Selasa (7/3/2023). Adapun, komoditas yang mengalami penurunan misalnya beras medium, bawang merah, dan minyak goreng kemasan sederhana.

Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional hari ini pukul 09.00 WIB, harga beras medium mengalami penurunan sebesar 0,68 persen menjadi Rp11.710 per kilogram (kg), sedangkan harga beras premium naik 0,44 persen menjadi 13.560 per kg.

Selain beras medium, harga bawang merah ikut mengalami penurunan sebesar 0,31 persen menjadi Rp35.520 per kg. Di sisi lain, jenis bawang putih bonggol naik 1,02 persen menjadi 30.590 per kg. Harga kedelai juga mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen menjadi Rp14.890 per kg.

Komoditas lainnya yang mengalami penurunan, yakni minyak goreng kemasan sederhana dengan penurunan sebesar 0,84 persen menjadi Rp17.800 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah masih mengalami kenaikan harga, yaitu sebesar 0,53 persen menjadi Rp15.040 per liter.

Di samping itu, harga komoditas cabai mengalami kenaikan signifikan, cabai merah keriting naik 2,10 persen menjadi Rp43.770 per kg. Lalu, cabai rawit merah naik 2,48 persen menjadi Rp64.400 per kg.

Kemudian, harga telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar 1,93 persen menjadi Rp27.990 per kg. Selain itu, harga gula konsumsi mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen menjadi Rp14.390 per kg.

Sementara itu, dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Selasa (7/3/2023), harga bawang putih ukuran sedang dan cabai rawit merah mengalami kenaikan masing-masing 1,72 persen dan 3,99 persen menjadi Rp38.550 per kg dan Rp67.700 per kg.

Harga komoditas yang mengalami penurunan, yaitu harga cabai merah besar turun 0,55 persen menjadi 45.750 per kg. Sementara harga cabai merah keriting naik 1,41 persen menjadi Rp46.800 per kg.

Lebih lanjut, komoditas yang mengalami penurunan berdasarkan laman tersebut, yakni daging sapi kualitas 1 dengan penurunan sebesar 0,07 persen menjadi Rp137.700 per kg dan daging ayam ras segar yang turun 0,3 persen menjadi Rp33.600 per kg.

Sementara itu, bahan pangan yang tidak mengalami perubahan harga, yaitu minyak goreng curah seharga Rp15.500 per liter dan minyak goreng kemasan bermerk 1 seharga Rp21.750 per kg. Lalu, telur ayam ras segar seharga Rp28.450 per kg dan gula pasir lokal seharga Rp14.500 per kg. 

Diberitakan sebelumnya, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menjelaskan upaya pemerintah dalam menjaga harga pangan tetap stabil jelang Ramadan 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi domestik pada Februari 2023 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat sebesar 3,09 persen yoy, melambat dibandingkan dengan inflasi inti bulan sebelumnya sebesar 3,27 persen.

Sejalan dengan itu, inflasi pangan bergejolak (volatile food) tercatat sebesar 7,62 persen yoy yang dipengaruhi faktor musiman dan cuaca ekstrem.

“Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan terutama harga beras, cabai dan bawang merah, pemerintah telah melakukan pengadaan impor dan operasi pasar,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Febrio mengatakan, pemerintah ke depannya akan terus berupaya mengendalikan inflasi seiring dengan masuknya bulan Ramadan dan libur Lebaran.

“Sinergi pengendalian inflasi terus diperkuat melalui berbagai kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Pusat [TPIP]. Komitmen pemerintah untuk menjaga inflasi 2023 pada rentang sasaran 2-4 persen diperkuat dengan menjaga target inflasi pangan pada kisaran 3-5 persen, terutama pada masa Hari Besar Keagamaan dan Nasional,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper