Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geger Kereta Cepat, 1.000 Orang Tandatangani Petisi Tolak Penutupan KA Argo Parahyangan

Petisi tolak penutupan KA Argo Parahyangan telah ditandatangani lebih dari 1.000 orang, menyusul rencana dioperasikannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
angkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022) - Dok. KCIC
angkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022) - Dok. KCIC

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 1.000 orang telah menandatangani petisi penolakan rencana penutupan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan setelah pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan tahun depan.

Hingga pukul 18.51 WIB, Minggu (11/12/2022) saja, sebanyak 1.025 tanda tangan telah terkumpul dari target 1.500 tanda tangan. Petisi berjudul "Pertahankan KA Argo Parahyangan" itu sudah dimulai sejak dua pekan yang lalu.

Petisi melalui Change.org itu ditujukan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan pengguna KA Argo Parahyangan.

"Kami, masyarakat pengguna KA Parahyangan tidak menyetujui bila operasi KA Argo Parahyangan akan dihentikan setelah KA Cepat Jakarta Bandung beroperasi," demikian bunyi petisi tersebut, dikutip Minggu (11/12/2022).

Pembuat petisi menilai bahwa secara prinsip bisnis, Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak menguntungkan. Oleh karena itu, Kereta Cepat dinilai harus dihentikan karena akan membebani perusahaan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, KA Argo Parahyangan didorong agar bisa dipertahankan dan dikembangkan untuk profitabilitas KAI.

Tidak hanya itu, KA Argo Parahyangan disebut pernah menjadi "Bread and Butter" KAI sehingga mampu subsidi silang ke operasi di rute yang kurang menguntungkan.

"KA Argo Parahyangan menjadi pilihan bagi komunitas PJKA [Pulang Jumat Kembali Ahad] masyarakat warga Bandung yang bekerja di Jakarta, secara shuttle routine berangkat hari Minggu dan kembali di hari Jumat berikutnya," demikian bunyi petisi.

Pada sisi konektivitas, KA Argo Parahyangan dinilai sudah sangat nyaman, efisien, dan tanpa keluhan.

Terakhir, petisi meminta agar semua keputusan bisnis mengenai Kereta Cepat harus berdasarkan alasan rasional, bukan alasan lain yang akan membebani KAI di masa depan.

"Perkenankanlah permohonan kami, para penumpang kereta api Argo Parahyangan, yang tidak memerlukan pelayanan kemewahan, cukup dengan pelayanan efisien, andal dan menyenangkan tanpa kerumitan.  Agar menjadi masyarakat yang sejahtera, selayaknya kepentingan masyarakat yang didahulukan," tutup pembuat petisi.

Adapun, Kemenhub menegaskan bahwa belum ada keputusan bulat mengenai nasib KA Argo Parahyangan. Kereta antarkota dengan rute Gambir--Bekasi--Cimahi--Bandung (PP) itu disebut masih akan beroperasi.

Plt. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan bahwa dalam waktu dekat belum ada rencana untuk memberhentikan pengoperasian kereta rute Gambir--Bandung (PP) itu.

"Kami dalam waktu dekat belum ada konsep untuk memberhentikan Argo Parahyangan. KA itu masih berjalan, karena juga berbeda jalur dengan Kereta Cepat serta target masyarakat yang akan dilayani," tuturnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Kamis (8/12/2022).

Risal juga menepis kabar bahwa rencana penutupan Argo Parahyangan guna mengalihkan penumpang ke Kereta Cepat Jakarta--Bandung. Hal itu lantaran adanya perbedaan jalur dan pangsa pasar bagi masing-masing kereta.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api itu, adanya Kereta Cepat diprioritaskan untuk bisa mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi.

Harapannya, Kereta Cepat Jakarta--Bandung akan memiliki pangsa pasar baru dan berbeda dari moda lainnya.

"Akan timbul pasar-pasar baru sendiri yang signifikan menjadi calon captive bagi KCJB. Di situ akan membuat pasar baru, kan dia melewati daerah pusat pabrik dan perumahan," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper