Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bandara Juanda dan Banyuwangi Beroperasi Normal usai Erupsi Semeru

Bandara Juanda dan Bandara Banyuwangi tetap beroperasi normal usai erupsi Gunung Semeru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  07:56 WIB
Bandara Juanda dan Banyuwangi Beroperasi Normal usai Erupsi Semeru
Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG pukul 06.30 WIB, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12). - Dok.PVMBG
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Bandara Abdulrachman Saleh, Bandara Banyuwangi, dan Bandara Juanda tetap beroperasi normal usai erupsi Gunung Semeru yang terjadi Minggu (4/12/2022).

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengatakan hingga kini, koordinasi dan monitoring secara intensif terkait perkembangan informasi terkini pasca erupsi Gunung Semeru, guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara terdekat.

"Kami kemarin langsung berkoordinasi dengan Bandara Abdulrachman Saleh, Bandara Banyuwangi dan Bandara Juanda setelah kabar erupsi Gunung Semeru. Dari informasi yang diterima penerbangan masih berjalan normal," jelasnya melalui keterangan resmi, Selasa (6/12/2022).

Dalam rangka peningkatan keselamatan penerbangan terhadap adanya letusan gunung berapi serta penanganan dampak abu vulkanik terhadap operasi keselamatan penerbangan, sejak 2019 Ditjen Hubud telah membangun sistem teknologi informasi berbasis web dalam penyediaan informasi aeronautika terpadu melalui I-WISH (Integrated Web based aeronautical Information System Handling) yang dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 153 Tahun 2019.

Dalam sistem I-WISH ini, stakeholders yang terlibat seperti AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kantor Otoritas Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan Udara/Airlines, Badan Usaha Bandar Udara dan Penyelenggara Bandar Udara, dapat menyampaikan semua informasi dalam hal penanganan abu vulkanik atau yang lebih dikenal dengan CDM (Collaborative Decision Making).

Melalui informasi Ash Notice to Airmen (Ashtam) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia pada 4 Desember 2022 pukul 06.40 WIB, diinformasikan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru mengarah ke arah barat daya dengan kecepatan 20 knot. Oleh karena itu, beberapa bandara di atas perlu dilakukan pemantauan secara intensif.

Dia menjelaskan khusus Bandara Abdulrachman Saleh Malang, memang terdampak abu vulkanik tetapi tidak sampai membuat bandara tersebut ditutup, operasional penerbangan tetap berjalan normal.

"Kami akan terus melakukan monitoring secara intensif dan menyiapkan langkah mitigasi sesuai aturan," ujarnya.

Dia mengimbau Otoritas Bandara Udara Wilayah III Surabaya dan stakeholders terkait untuk tetap siaga dan memantau perkembangan informasi terkini pasca erupsi Gunung Semeru, guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara bandara juanda Gunung Semeru Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top