Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Energi Hijau, Rumah Subsidi hingga Mobil Diskon G20

Harapan terhadap upaya transisi energi di dalam negeri merupakan satu dari lima berita pilihan yang kami rangkum dalam Top 5 News edisi Kamis (17/11/2022).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 26 November 2022  |  10:19 WIB
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Energi Hijau, Rumah Subsidi hingga Mobil Diskon G20
Matahari terbenam di balik sistem derek pelabuhan dan turbin angin di Hamburg, Jerman. Eropa kini menghadapi krisis energi yang membuat harga gas meroket - neweurope.eu
Bagikan

Bisnis, JAKARTA - Masih sangat besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air diyakini dapat menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk merajai sektor energi hijau dunia. Terlebih, dukungan internasional untuk mendorong akselerasi transisi energi di Indonesia masih terus mengalir.

Hal ini setidaknya terlihat dari makin banyaknya investasi dan komitmen dukungan pembiayaan di sektor energi bersih di Indonesia, salah satunya yang terbaru adalah komitmen bantuan dari kemitraan G7+ untuk pendanaan transisi energi senilai US$20 miliar melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Harapan terhadap upaya transisi energi di dalam negeri merupakan satu dari lima berita pilihan yang kami rangkum dalam Top 5 News edisi Kamis (17/11/2022).

1. Secercah Harapan Indonesia Merajai Energi Hijau Dunia

Adanya dukungan dari dunia internasional, termasuk dari kemitraan JETP, upaya net zero emission di Indonesia diyakini kian bertenaga. 

Setidaknya, dukungan internasional tersebut bisa membantu Indonesia memenuhi kebutuhan biaya untuk mendanai transisi energi yang diperkirakan mencapai sekitar US$5,6 miliar per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti dikutip Antara, bahkan menyebutkan bahwa Indonesia bisa menjadi raja di sektor energi hijau, menyusul gelar Arab Saudi yang dikenal sebagai raja minyak dunia.

2. Serapan Belanja PEN Rendah, Belanja Kesehatann Turun Tajam

Realisasi belanja untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional baru mencapai 61,6 persen. Hingga 31 Oktober 2022, realisasi belanja untuk  penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional baru mencapai Rp280,7 triliun. Angka tersebut masih cukup jauh dari pagu anggaran yang mencapai Rp455,62 triliun.

Kondisi pandemi Covid-19 yang melandai membuat belanja kesehatan mengalami penurunan tajam. Sementara itu, secara keseluruhan, pos belanja untuk perlindungan masyarakat mencatat realisasi terbesar

Sementara itu, realisasi belanja untuk pos penguatan pemulihan ekonomi mencapai 61,1 persen dari pagu anggaran. Realisasi anggaran untuk pos kesehatan mencapai Rp48,6 triliun atau hanya 39,7 persen dari total pagu Rp122,54 triliun.

3. Asuransi Jiwa Memperbesar Cuan di SBN

Instrumen surat berharga negara (SBN) menjadi tujuan investasi aset asuransi dengan tren pertumbuhan yang paling signifikan. Total investasi industri asuransi jiwa tumbuh 12,8 persen hingga kuartal III/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Kepala Departemen Hubungan Dalam Negeri Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Kustiawan menjabarkankan secara nilai total investasi mencapai Rp538,81 triliun hingga kuartal III/2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya menyentuh Rp477,84 triliun.  

“Atau setara dengan 88,4 persen ditempatkan di berbagai instrumen investasi yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis asuransi jiwa,” ujar Kustiawan dikutip Jumat (25/11/2022).

4. Pengembang Diam-Diam Jual Rumah Subsidi di Atas Ketentuan Harga

Hingga menjelang akhir November 2022, harga rumah subsidi belum dilakukan penyesuaian oleh pemerintah. Namun, pengembang diduga mulai menaikkan harga properti tersebut secara diam-diam.

Harga baru rumah subsidi ini memang sangat dinanti oleh pengembang. Sudah 3 tahun harga rumah subsidi tak mengalami perubahan. Padahal, harga bahan baku telah mengalami kenaikan signifikan sejak tahun lalu.

Belum ada penyesuaian harga baru rumah subsidi hingga kini memberikan tekanan yang luar biasa bagi cashflow para pengembang rumah subsidi yang notabene merupakan kalangan UMKM, bukan pengembang besar yang crazy rich. 

Tekanan ini terjadi karena margin keuntungan yang didapat dari membangun rumah subsidi ini kian tipis di tengah terjadinya kenaikan harga bahan bangunan, tanah, dan juga upah pekerja.

5. Harga Diskon, Wuling Lego Armada Air EV KTT G20

Wuling Airev yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022, kini dapat dibeli dengan harga diskon Rp10 jutaan. Secara keseluruhan ada 300 unit.

"Ya benar. Dijual," ujar Zevina Victorin, Sales Counter Wuling Motor Jakarta, Jumat (25/11/2022). 

Menurutnya, Wuling Airev yang menjadi armada pendukung KTT G20 di Bali seluruhnya telah ditarik ke Jakarta. Meski demikian, konsumen yang berminat dari luar Jakarta tetap bisa membelinya. "Bisa menghubungi kami. Nanti unitnya bisa dikirim."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi hijau Transisi energi migas kesehatan sbn SBN Ritel Wuling Motors otomotif rumah subsidi
Editor : Rayful Mudassir
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top