Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SKK Migas Proyeksi Investasi Eksplorasi Sentuh Rp13,5 Triliun Akhir 2022

SKK Migas memperkirakan investasi eksplorasi hulu migas hingga akhir 2022 dapat menyentuh US$0,86 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan investasi eksplorasi hulu migas hingga akhir 2022 dapat menyentuh US$0,86 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun (asumsi kurs Rp15.668 per US$). Angka ini naik 28 persen dari realisasi investasi tahun lalu yang mencapai US$0,67 miliar.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan, perkiraan investasi yang relatif besar itu berasal dari masifnya kegiatan eksplorasi pada tahun ini. Berdasarkan catatan SKK Migas, realisasi pengeboran sumur eksplorasi saat ini sudah mencapai 25 sumur.

“Outlook kami, sampai akhir tahun realisasi pengeboran sumur eksplorasi akan mencapai 35 sumur. Apabila target ini tercapai, maka jumlah sumur eksplorasi tahun ini akan menjadi yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” kata Kemal saat dihubungi, Jumat (25/11/2022).

Adapun, angka outlook investasi senilai US$0,86 miliar itu berdasarkan rencana kegiatan eksplorasi yang berasal dari 35 sumur pengeboran, 6 party seismic 2D, 6 party seismic 3D, 9 survey non seismic, 125 studi eksplorasi serta kegiatan pendukung lainnya.

Untuk sumur yang tajaknya dimulai pada 2021 dan baru selesai 2022, terdapat 6 sumur migas konvensional dan 2 sumur migas nonkonvensional. Dari tajak tersebut, sebanyak lima sumur menghasilkan temuan, yaitu Anambas-2X (gas) ; MPT-1X (oil & gas) ; Gasop D South-1 (oil & gas); SGET-001 (oil & gas); Camelia-001 (gas).

Untuk sumur yang ditajak hingga November 2022, terdapat 25 sumur yang sudah ditajak dengan 13 rampung, 1 sumur corehole, dan 11 masih berjalan.

Dari 13 yang sudah selesai, sebanyak 9 sumur menghasilkan penemuan, yaitu: Wilela-001 (Gas); GQX-1X (Oil & Gas); JTB-2X (Gas); Timpan-1 (Gas) ; SRT-1X (Oil & Gas); Bajakah-001 (Oil & Gas); Markisa-001 (Gas); NSO-R2 (Oil & Gas); dan Re-entry TDE C-X1 LSW (Gas).

“Total penemuan sumber daya (pre drill in place P50) adalah sebesar 352 MMBO untuk minyak dan 2610 BCFG untuk gas,” kata dia.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) meminta pemerintah untuk memperbaiki kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) cost recovery untuk menarik lebih banyak minat investasi anyar pada kegiatan hulu minyak dan gas (migas) mendatang.

Direktur Aspermigas Moshe Rizal mengatakan, perbaikian itu dapat dilakukan dengan mengkombinasikan kelebihan penawaran PSC yang ada di skema gross split dengan cost recovery.

“Idenya bagaimana PSC cost recovery itu bisa lebih menarik bagi perusahaan di situ kendalanya. Prosesnya lama itu kan jadi duit juga, ujung-ujungnya tidak efisien juga cost recovery,” kata Moshe saat dihubungi, Jumat (25/11/2022).

Moshe mengatakan, kombinasi PSC cost recovery dengan gross split untuk penawaran wilayah kerja (WK) eksplorasi mendatang bakal lebih menarik. Alasannya, skema cost recovery yang relatif lama itu dapat terpangkas dengan kemudahan perizinan dan pengadaan yang tersedia pada gross split.

“Cost recovery itu memberi kepastian tetapi lambat, gross split itu cepat tetapi terms di Indonesia tidak menarik karena tidak memberi kepastian bagi wilayah kerja eksplorasi itu yang harus dipertimbangkan,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper