Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bebas Resesi! CORE Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5–5 Persen pada 2023

Perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksi tetap tumbuh kuat meski berpotensi mengalami perlambatan akibat gejolak global.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 November 2022  |  12:44 WIB
Bebas Resesi! CORE Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5–5 Persen pada 2023
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perekonomian Indonesia pada 2023 diproyeksi tetap tumbuh kuat meski berpotensi mengalami perlambatan akibat gejolak global.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan ekonomi nasional pada tahun depan diproyeksi tumbuh pada kisaran 4,5 hingga 5 persen.

“Ini relatif kuat. kalau dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini 5,0–5,1 persen, memang ada perlambatan, tapi tidak terlalu jauh apalagi dibandingkan dengan potensi perlambatan global yang signifikan,” katanya dalam acara CORE Economic Outlook 2023, Rabu (23/11/2022).

Faisal mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 4,5 hingga 5 persen pada tahun depan, juga masih lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang lainnya.

Dia menjelaskan, penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2023 masih dari konsumsi rumah tangga, yang diperkirakan tumbuh melampaui tingkat konsumsi sebelum pandemi Covid-19, meski masih terdapat potensi perlambatan akibat tekanan global.

Tingkat inflasi menurutnya akan meningkat pada kisaran 2 hingga 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 5–6 persen.

Laju inflasi tersebut, kata Faisal, masih menekan daya beli masyarakat berpendapatan rendah, namun tidak akan banyak mempengaruhi konsumsi secara agregat.

Kinerja investasi pun diproyeksi akan tumbuh menguat pada tahun depan dan akan kembali menjadi penyumbang kedua terbesar pada pertumbuhan ekonomi. 

Selama pandemi Covid-19, kinerja investasi mengalami penurunan dan kinerja ekspor tercatat naik signifikan, terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas di pasar global.

“Pada 2023, kita prediksikan sudah kembali ke kondisi pra-pandemi, di mana investasi kembali ke nomor dua dan pertumbuhan investasi di Indonesia diperkirakan tidak akan banyak terganggu tekanan ekonomi global,” kata Faisal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi resesi ekonomi Pertumbuhan Ekonomi pdb
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top