Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hub Logistik Pelindo, Aptrindo: Tarif Jangan Bertambah

Aptrindo berharap adanya hub logistik yang akan dibangun oleh Pelindo di Jalan Tol Cibitung-Cilincing
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 November 2022  |  19:19 WIB
Hub Logistik Pelindo, Aptrindo: Tarif Jangan Bertambah
Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau Aptrindo meminta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo agar segera merealisasikan rencana pembangunan hub logistik di Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mendukung konsep hub logistik tersebut. Gemilang menyebut dengan adanya infrastruktur dan fasilitas baru tentunya akan berimbas positif kepada pelaku karena dapat mempermudah dari arus.

Hanya saja, Tarigan berpesan agar dengan adanya fasilitas baru tersebut nantinya jangan sampai membuat tarif tol atau biaya jasa lainnya yang dikenakan kepada pelaku usaha bertambah.

Tarigan berpendapat jika biaya jasa yang dikenakan kepada pelaku bertambah, justru menjadi menyimpang dengan tujuan untuk menekan biaya logistik.

Gemilang mencontohkan, saat ini tarif Tol Cibitung-Cilincing menuju Marunda saja sudah mencapai sekitar Rp120.000 untuk sekali jalan. Gemilang tak bisa membayangkan tambahan biaya yang mesti dirogoh pengusaha apabila jalan Tol Cibitung-Cilincing nantinya telah tersambung penuh.

"Kami dukung, tapi tolong rasional juga nantinya kalau bangun fasilitas baru jangan sampai menaikkan biaya. Tujuannya untuk menekan bukaan menaikkan biaya logistik," jelasnya, Selasa (22/11/2022).

Senada, Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta H. Soedirman mengatakan para pelaku sudah mendambakan adanya hub logistik tersebut sejak lama. Soedirman menyebut rencana tersebut memang membutuhkan waktu.

Pasalnya, banyak hal yang mesti dipersiapkan untuk bisa merealisasikannya. Sebagai buffer area, hub logistik tersebut harus memiliki terminal booking system hingga Single Truck Identification Data atau STID. Dia pun berharap status tanah di sekitar lahan tol tol tersebut sudah beres sehingga pembangunan hub logistik bisa segera dilakukan.

"Kami mengharapkan dan mendambakan fasilitas itu. Dengan demikian pada saat truk masuk daerah itu sudah clear. Harus ada sistem custom clearance ini butuh waktu. Kami menunggu kapan ground breaking dan realisasinya," katanya, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya, dengan konsep hub logistik tersebut, akan bisa mempercepat proses pengiriman barang masuk ke kapal. Hal itu dikarenakan, setelah keluar dari hub logistik tersebut, barang-barang yang diangkut oleh truk sudah bersifat clearance.

Selama ini, sebutnya, perjalanan truk dari Cibitung masuk ke Tanjung Priok sudah memakan waktu selama 4 jam. Dengan demikian, apabila proyek hub tersebut diselesaikan, proses pengiriman barang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Saat ini pula, jelasnya, buffer area yang disediakan oleh Pelindo di Pelabuhan Tanjung Priok masih terbatas. Dengan rencana hub logistik puluhan ha tersebut, akan bisa menampung lebih banyak truk.

Sementara itu, Senior Consultant SCI Sugi Purnoto menjelaskan ketika membangun hub logistik, ada hal-hal yang mesti diperhatikan oleh Pelindo. Pertama adalah terkait dengan tempat penyimpanan sementara atau area transit yang akan digunakan dari satu kegiatan logistik besar ke kegiatan logistik kecil.

Hub ini bisa dibangun temporary storage saat waktu kapal closing lebih 3 hari. Dengan demikian kontainer dapat diletakkan di hub ini untuk selanjutnya diantarkan menuju dermaga pelabuhan. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku Logistik dan forwarder untuk menitipkan sementara barangnya hingga yang memiliki waktu closing di atas 3 hari.

Tak hanya itu, Hub ini juga harus diposisikan sebagai area kepabeanan dan dry port Kedua CSS, ketiga pusat logistik berikat. Kemudian, hal lainnya adalah dengan membangun gudang konsolidator di hub ini untuk diposisikan menangani pengiriman ekspor-impor domestik. Kondisi ini sekaligus menggantikan pos 9 di Tanjung Priok.

Terakhir adalah sebagai area penyangga parkir. Dengan demikian angkutan kontainer bisa diarahkan menuju hub logistik sambil menunggu kondisi Tanjung Priok menjadi lebih lenggang yang dikelola dengan STID. Hub ini harus bisa menjadi pengalih kemacetan di Pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo Aptrindo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top