Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Terbang Tinggi! Inflasi Inggris Melesat 11,1 Persen, Tertinggi Sejak 1981

Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 11,1 persen pada Oktober 2022 (year-on-year/yoy).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 November 2022  |  15:51 WIB
Terbang Tinggi! Inflasi Inggris Melesat 11,1 Persen, Tertinggi Sejak 1981
Inggris - Pegipegi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi tahunan Inggris melonjak ke level tertinggi dalam 41 tahun terakhir pada Oktober 2022, didorong oleh melonjaknya harga energi. Kondisi ini semakin menambah tekanan pada Bank of England untuk terus menaikkan suku bunga acuan.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (16/11/2022), Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 11,1 persen pada Oktober (year-on-year/yoy), di atas proyeksi tertinggi bank sentral sebesar 10,9 persen dan median perkiraan ekonomi 10,7 persen.

Inflasi tahunan Inggris terus menanjak. Pada September 2022, inflasi mencapai 10,7 persen yoy.

Pejabat BOE yang dipimpin oleh Gubernur Andrew Baileymengatakan mereka siap untuk menaikkan suku bunga acuan untuk mencegah kenaikan harga. Inflasi sekarang bahkan lebih dari 500 persen target BOE yang hanya 2 persen.

Naiknya inflasi Inggris juga berbanding terbalik dengan prospek di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan telah melewati puncaknya dan memungkinkan Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga.

Naiknya inflasi Inggris ini sebagian dipicu oleh langkah Rusia yang memangkas pasokan gas alam ke Eropa sejak serangannya ke Ukraina, sehingga menaikkan biaya listrik di seluruh wilayah Inggris.

“Masih belum jelas apakah kita mencapai puncak inflasi untuk tahun ini, tetapi bagaimanapun ini adalah periode yang sulit untuk pasar,” kata mitra Deepbridge Capital Andrew Aldridge seperti dikutip Bloomberg

Sementara itu, ekonom Bloomberg Economics Ana Andrade mengatakan satu-satunya kabar baik dari data inflasi bulan ini adalah perkiraan bahwa level 11,1 persen ini merupakan puncak dari tren kenaikan.

Perkiraan ini didorong oleh langkah pemerintah yang menerapkan batas atas harga energi selama enam bulan ke depan.

“Namun hal ini tidak akan cukup bagi Bank of England untuk secara material mengurangi laju pengetatan. Kami memperkirakan suk bunga akan naik 50 bps pada bulan Desember. Namun, kumpulan data IHK dan pasar tenaga kerja terbaru meningkatkan peluang kenaikan 75 bps pada pertemuan berikutnya," ungkap Andrade.

Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt mengatakan dia akan membantu BOE menurunkan inflasi ke target bank sentral dengan memberikan langkah-langkah kebijakan fiskal yang ketat untuk mengendalikan defisit anggaran Departemen Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris ekonomi inggris Inflasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top