Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Goldman Sachs: Suku Bunga The Fed Bakal Naik hingga 5 Persen pada Maret 2023

Goldman memperkirakan suku bunga akan naik 75 basis poin (bps) pada pertemuan pekan ini, 50 bps pada Desember, dan 25 bps pada Februari dan Maret 2023.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Oktober 2022  |  08:32 WIB
Goldman Sachs: Suku Bunga The Fed Bakal Naik hingga 5 Persen pada Maret 2023
Gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg - Tom Brenner
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve akan menaikkan suku bunga hingga 5 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (31/10/2022), ekonom Goldman Sachs yang dipimpin Jan Hatzius memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 4,75 hingga 5 persen pada Maret 2023, 25 basis poin lebih tinggi dari dari perkiraan sebelumnya.

“Perkiraan baru ini mencakup kenaikan 75 basis poin pekan ini, 50 basis poin pada Desember, dan 25 basis poin pada Februari dan Maret,” tulis ekonom Goldman dalam risetnya.

Para ekonom mengatakan ada tiga alasan The Fed diperkirakan kembali menaikkan suku bunga Februari 2023, yaitu inflasi yang masih sangat tinggi, kebutuhan untuk mendinginkan ekonomi karena pengetatan fiskal berakhir dan pendapatan yang disesuaikan dengan harga naik, dan untuk menghindari pelonggaran dini kondisi keuangan.

Proyeksi Goldman juga sejalan dengan sejumlah ekonom dalam survei Bloomberg. Mereka juga memperkirakan sikap hawkish The Fed ini dapat menyeret AS dan global ke jurang resesi.

Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin untuk pertemuan keempat berturut-turut pada pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu (2/11/2022) waktu AS.

Pejabat The Fed memiliki alasan untuk tetap bersikap hawkish setelah data pemerintah AS pada hari Jumat menunjukkan biaya tenaga kerja melonjak pada kuartal III/2022, sedangkan indikator inflasi pilihan The Fed masih jauh di atas target 2 persen.

Proyeksi kenaikan suku bunga acuan hingga 5 persen tahun depan lebih tinggi dari perkiraan The Fed sebelumnya. Pada pertemuan kebijakan bulan September, bank sentral AS tersebut memproyeksikan suku bunga mencapai 4,4 persen akhir tahun ini dan 4,6 persen tahun depan, sebelum kembali memangkas pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

the fed federal reserve suku bunga acuan goldman sachs
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top