Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengenal MLFF Sistem Transaksi Tol Tanpa Sentuh, Gantikan Kartu Tol

Elektronifikasi jalan tol melalui MLFF ini akan diterapkan secara bertahap untuk menggantikan kartu tol dan mulai diujicobakan pada 2023.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  13:35 WIB
Mengenal MLFF Sistem Transaksi Tol Tanpa Sentuh, Gantikan Kartu Tol
Pengendara melakukan transaksi pembayaran tol non-tunai di gerbang tol Pejompongan, Jakarta, Selasa (12/9). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan era baru dalam sistem transaksi di jalan tol dengan menerapkan transaksi tol nontunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF).

Dilansir dari laman resmi BPJT Kementerian PUPR pada Senin (24/10/2022), sistem MLFF berbasis aplikasi yang menggunakan teknologi GNSS atau global navigation satellite system akan segera menggantikan pembayaran non-tunai berbasis kartu yang digunakan pengguna jalan tol saat ini.

Adapun, sistem transaksi jalan tol di Indonesia terus berevolusi dan berinovasi dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan ruas tol, jumlah kendaraan hingga mobilitas penggunannya serta perkembangan teknologi.

Sejak jalan tol hadir pada 9 Maret 1978 dengan dioperasikannya Jalan Tol Jagorawi sepanjang 59 kilometer, sistem pembayaran tol telah melewati beberapa tahap perubahan yang diawali dengan transaksi tunai.

Melalui pembayaran tunai tersebut, pengguna jalan tol wajib menghentikan laju kendaraan mereka saat mengambil atau menyerahkan kembali kartu tanda masuk dan melakukan pembayaran dengan tunai. Setelah berlangsung hampir 5 dekade, sistem transaksi tunai untuk tol dirasa tidak efektif dan efisien terutama terkait kelancaran lalu lintas di jalan tol.

Waktu transaksinya yang mencapai 10–12 detik menyebabkan antrean kendaraan yang sering terjadi di gerbang tol.

Beralih dari transaksi tunai, pemerintah mencetuskan sistem transaksi nontunai pada jalan tol berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol, sebagai upaya menerapkan inovasi sistem transaksi yang cepat dan efisien bagi pengguna jalan tol. Tujuan besar kebijakan elektronifikasi ini adalah transaksi tol menjadi lebih efektif, efisien, aman dan nyaman.

Dengan adanya peraturan yang telah ditetapkan, maka terhitung mulai 31 Oktober 2017 penyelenggaran transaksi nontunai secara resmi diterapkan di seluruh jalan tol di Indonesia. Kepadatan di gerbang tol mulai berkurang, karena dengan transaksi nontunai waktu yang dibutuhkan hanya maksimal 5 detik. Adapun, alat pembayaran dalam transaksi ini yaitu menggunakan teknologi berbasis kartu uang elektronik, yang dikenal dengan sebutan e-toll.

Masa transisi pembayaran tol dari tunai ke nontunai berlangsung tanpa adanya hambatan. Hanya dalam kurun waktu 3 bulan sejak diterapkan, hampir seluruh ruas tol di Indonesia sudah menerapkan sistem pembayaran e-toll tersebut.

Hingga saat ini, transaksi nontunai menggunakan kartu uang elektronik masih tetap digunakan. Namun, pemerintah juga terus berinovasi untuk menerapkan sistem transaksi di jalan tol yang semakin modern. Hal tersebut ditandai dengan rencana penerapan MLFF dengan teknologi GNSS.

Teknologi GNSS saat ini banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur, seperti Hungaria. Tidak hanya menjadi sistem transaksi, sistem MLFF berbasis GNSS ini juga akan menjadi platform bagi penerapan teknologi intelligent toll road system (ITRS) sehingga akan memberikan pengalaman bagi pengguna jalan dalam melakukan transaksi tol yang lebih cepat, seamless, otomatis dan tanpa henti atau waktu transaksi hanya 0 detik, tapi tetap aman.

Nantinya teknologi MLFF mulai diimplementasikan para pengguna jalan tol dapat melakukan pembayaran nontunai tanpa tap kartu, yakni hanya dengan mengunduh dan mendaftarkan data pribadi pada aplikasi bernama Cantas pada gawai masing-masing pengguna jalan tol yang telah terkoneksi internet.

Kemudian setelah kalkulasi tarif terkoneksi pada aplikasi, uang dari masing-masing instrumen pembayaran milik tiap pengguna juga akan berkurang otomatis.

Selain itu pengendara juga dapat menggunakan perangkat Electronic Route Ticket dimana pengguna dapat memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.

Elektronifikasi jalan tol melalui MLFF ini akan diterapkan secara bertahap. Sistem canggih tersebut rencananya akan mulai diujicobakan pada 2023. Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, dimana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Multi Lane Free Flow (MLFF) jalan tol tarif tol Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top