Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Kenaikan Suku Bunga The Fed Bakal Bikin Modal Asing Kabur dari Asia

Para investor asing mulai menarik diri dari pasar saham di negara-negara emerging market Asia kecuali China dalam empat pekan terakhir.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 20 September 2022  |  11:05 WIB
Gawat! Kenaikan Suku Bunga The Fed Bakal Bikin Modal Asing Kabur dari Asia
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve pekan ini berpotensi ini mempercepat eksodus dana global dari pasar saham Asia yang telah goyah akibat dampak penguatan dolar AS.

Bahkan, para investor asing mulai menarik diri dari pasar saham di negara-negara emerging market Asia kecuali China selama empat pekan berturut-turut.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/9/2022), menurut data bursa terbaru, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell hingga US$423 juta sepanjang tahun 2022 hingga 16 September.

Arus keluar modal terpanjang sejak Juli telah mendorong mata uang regional ke posisi terendah dalam sejarah, sehingga menurunkan prospek saham.

"Risiko resesi dan pengetatan moneter yang parah di negara maju menghambat ekspektasi pendapatan Asia dan arus pasar negara berkembang tidak seperti sebelumnya," jelas Kepala penelitian ekuitas Asia Pasifik BNP Paribas SA Manishi Raychaudhuri dalam catatan 17 September.

Menurutnya, sampai ada hasil visibilitas tentang jalur kebijakan Fed, arus keluar modal asing dari negara-negara emerging market di Asia akan terus berlanjut.

Meskipun cadangan devisa negara berkembang di Asia dan manajemen kebijakan secara keseluruhan telah membaik dibandingkan selama taper tantrum tahun 2013, penguatan dolar AS yang memaksa pengetatan moneter di seluruh kawasan telah menahan dampak negatif yang besar terhadap pasar.

Seperti diketahui, arus keluar modal tahun ini telah mencapai sekitar US$64, lebih tinggi dari level sepanjang 2021. Bahkan, pasar saham Taiwan dan Korea Selatan yang sarat sektor teknologi telah terpukul keras dan mencatat kinerja terburuk di dunia tahun ini.

Pelaku pasar saat ini tengah menantikan keputusan suku bunga acuan dari The Fed dalam pertemuan kebijakan 20-21 September 2022 pekan ini. Investor memperkirakan bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

Di sisi lain, pergerakan arus modal asing di tiap negara Asia cenderung variatif. Meskipun pasar Asia Utara mengalami pelemahan, arus keluar modal asing dari India telah berbalik, sedangkan pasar modal Indonesia mencatat arus masuk.

Indeks Nifty 50 India telah naik lebih dari 11 persen pada kuartal ini, sementara indeks di Thailand dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 4 persen. Berbeda dengan kenaikan 1 persen di bursa Korsel dan penurunan di Taiwan.

Saham-saham defensif kini cenderung menarik minat investor. Indeks saham utilitas menjadi sektor dengan kinerja terbaik di Asia kuartal ini. Indeks sektor ini melemah hanya 0,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan indeks MSCI Asia Pacific yang terkoreksi 5,5.

Manajer keuangan Janus Henderson Investors Sat Duhra mengatakan dirinya mengurangi eksposur saham sektor konsumer dan teknologi dalam portofolionya.

“Kami telah meningkatkan portofolio sektor defensif, terutama melalui perusahaan telekomunikasi karena ada catat pertumbuhan nyata di sana setelah bertahun-tahun investasi,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia asia investor asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top