Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Negara-Negara G7 Bahas Rencana Pembatasan Harga Minyak Mentah dari Rusia

Langkah pembatasan harga ini diharapkan akan mengurangi tekanan pasar energi dan memangkas pendapatan Rusia secara keseluruhan dari minyak mentah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 September 2022  |  07:42 WIB
Negara-Negara G7 Bahas Rencana Pembatasan Harga Minyak Mentah dari Rusia
Rangkaian kereta pengangkut minyak mentah, bahan bakar, dan gas cair dalam posisi miring di stasiun kereta Yanichkino, menuju ke kilang Gazprom Neft PJSC Moscow di Moskow, Rusia - Bloomberg/Andrei Rudakov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan negara-negara G7 akan mengadakan pembicaraan pekan ini guna mengizinkan pembelian minyak mentah dari Rusia dengan harga yang dibatasi.

Langkah ini diharapkan akan mengurangi tekanan pasar energi dan memangkas pendapatan Rusia secara keseluruhan dari minyak mentah.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (1/9/2022), Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan menteri keuangan lain akan membahas tindakan lebih lanjut dalam pertemuan pada hari Jumat. Rencana tersebut akan memungkinkan konsumen membeli minyak Rusia di bawah batas harga yang ditentukan untuk terus mendapatkan layanan penting, seperti pembiayaan dan asuransi untuk kapal tanker.

Uni Eropa, Inggris, dan Swiss berencana untuk melarang perusahaan mereka menyediakan layanan tersebut untuk pengiriman minyak Rusia mulai Desember.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan langkah ini adalah cara paling efektif untuk menekan pendapatan Rusia dari minyak sekaligus menurunkan harga energi global.

“Kami akan mendengar lebih banyak pada hari Jumat bagaimana ini akan bekerja, dan ini bukan hanya kami – ini juga merupakan kemitraan dengan sekutu kami, G-7. Jadi kami percaya ini akan menjadi cara untuk benar-benar memukul Rusia secara finansial,” kata Jean-Pierre seperti dikutip Bloomberg.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai batas harga yang ditetapkan atau negara mana yang akan bergabung dalam upaya tersebut.

AS dan sekutunya telah bergulat dengan cara terbaik untuk memberikan sanksi kepada Rusia setelah invasinya ke Ukraina mengguncang pasar energi global dan membuat harga minyak mentah melonjak.

Negara-negara G-7 termasuk Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Jepang, dan Kanada berjanji awal tahun ini untuk mengekang ketergantungan pada energi Rusia, termasuk dengan menghapus atau melarang impor minyak dari Rusia.

Pejabat AS berpendapat bahwa mengizinkan pembelian global pada atau di bawah batas harga akan membuat pembeli lain mencari diskon yang sama, dan pada akhirnya mengurangi kekurangan di pasar, menurunkan harga patokan global, dan memaksa Rusia untuk menerapkan diskon lebih lanjut untuk ekspornya. Ini akan menurunkan pendapatan keseluruhan Rusia pada akhirnya.

Para pemimpin G-7 awal Juni ini berjanji hanya untuk memeriksa rencana batas harga, tetapi, di luar Inggris, belum menawarkan banyak dukungan.

“Kami percaya itu bukan hanya ide yang perlu dieksplorasi, itu ide yang layak untuk diterapkan dan kami berharap untuk mendengar apa yang dikatakan para menteri keuangan pada akhir minggu ini,” ungkap juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby.

Inggris mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya mendukung rencana tersebut, dengan Menteri Keuangan Nadhim Zahawi mengatakan langkan ini itu paling efektif jika didukung oleh koalisi seluas mungkin.

Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo juga melakukan perjalanan ke India pekan lalu untuk membahas gagasan pembatasan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah minyak mentah G7 Rusia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top