Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaan Kondominium Stagnan, Ini Saran dari Konsultan

Permintaan properti kondominium tak mengalami pertumbuhan signifikan, tetapi pasokan kondominium baru tetap diperlukan. 
Pasar kondominium mengalami stagnanIlustrasi/Reuters
Pasar kondominium mengalami stagnanIlustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar kondominium Jakarta masih menunjukkan performa yang menurun pasca pandemi. Bukan hanya kontraksi yang terjadi terhadap harga pasar sekunder, harga stok baru pun masih stagnan. 

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip menyebutkan meski permintaan di Jakarta tak mengalami pertumbuhan signifikan, namun pasokan kondominium baru tetap diperlukan. 

“Pergerakan pasar kondominium masih optimistis walaupun berada di tengah permintaan yang relatif stagnan, stok baru tetap terus hadir," kata Willson, Kamis (11/8/2022). 

Dalam hal ini, pihaknya meyakini permintaan kondominium akan tumbuh positif seiring pembangunan infrastruktur yang diinisiasi pemerintah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan pasar kondominium

"Produk baru kondominium dengan keunggulan komparatif seperti berada dekat di wilayah TOD (Transport Oriented Development) pada umumnya memiliki transaksi yang relatif lebih baik di atas rata-rata," tambahnya. 

Untuk diketahui, dari riset Jakarta Property Highlight Knight Frank Indonesia 1H/2022 tingkat penjualan kondominium di semester 1/2022 tampak positif di angka 95,8 persen. 

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Saukat menilai hal tersebut tidak dapat dikatakan positif sepenuhnya, sebab angka tersebut melemah dari tahun sebelumnya. 

"Walau masih stagnan dan belum sepenuhnya terlihat lebih baik dari tahun lalu, performa pasar kondominium relatif masih baik dan menunjukkan tren positif," ujar Syarifah, Kamis (11/8/2022). 

Untuk penjualan stok baru kondominium saat ini mencapai 65,6 persen dengan harga jual yang stagnan. Sementara unit yang tersedia harga jualnya rerata melemah sebesar -5,76 persen year-on-year (yoy). 

"Penjualan pada stok di segmen menengah menjadi penggerak utama saat ini. Bahkan di Asia Pasifik, Jakarta diprediksikan sebagai salah satu kota yang akan memiliki pertumbuhan residensial yang cukup optimis di tahun 2022," paparnya. 

Di sisi lain, Knight Frank Indonesia mencatat 4 proyek baru yang menambah pasokan kondominium di Jakarta menjadi 226,761 unit. Dengan begitu, stok baru yang masuk di tahun 2022 ini tercatat sebanyak 11,679 unit, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper